Canon Siapkan Experience Center pada Asian Games 2018

Howard Ozawa, Executive Vice President of Canon Inc. memaparkan presentasi di KAUM Jakarta, Senin (20/8/2018)

Canon berpartisipasi dalam Asian Games 2018 melalui program Canon Connects di Jakarta. Perusahaan asal Jepang ini akan menghadirkan 9 titik foto utama di Gelora Bung Karno yang memungkinkan penonton menyaksikan pertandingan lebih dekat. Selain itu, Canon juga menggelar booth Canon Touch and Try sehingga pengunjung dapat mencoba kamera dan printer Canon selama pertandingan. Adapun booth GF 180-derajat akan dibawa ke dalam Experience Center yang didukung oleh 12 DSLR Canon EOS 1300D.

Noriko Gunji, Presiden dan CEO Canon Singapore, mengatakan, “Kami senang dapat mengambil bagian dalam mengabadikan energi, momen historis, dan cerita di balik beragam atlit berbakat yang berkompetisi dalam semangat sportivitas dan persatuan di Asian Games ke-18. Asian Games merupakan acara penuh makna bagi para tetangga Asia untuk berkumpul dan merayakan pengalaman setiap empat tahun ini dan kami ingin membawa para penonon lebih dekat dengan Asian Games, baik di dalam stadion maupun dari rumah.”

Howard Ozawa, Executive Vice President of Canon Inc. menjelaskan, Canon menjadi official partner dari Asian Games 2018. Semua peralatan yang digunakan saat acara, yaitu printer, kamera, dan mesin fotokopi menggunakan Canon. Selain itu, menyediakan Service Booth untuk mendukung kegiatan fotografer selama acara.

Howard menjelaskan,  teknologi merupakan DNA perusahaan, karena itu Canon menganggarkan 8% dari revenuenya untuk mendukung research and develoment (R&D). Tak heran bahwa nyatanya Canon telah memiliki 3.285 paten di Amerika Serikat. Di Asia, Canon memiliki 10 perusahaan dan mempekerjakan 7.000 karyawan.

Howard yang juga menjabat President of Canon Asia Marketing Group, menjelaskan bahwa ada beberapa strategi marketing Canon di Asia. Pertama, dengan menumbuhkan bisnis B2B, seperti alat kesehatan, mesin fotokopi, dan lain-laIn. Kedua, perusahaan tidak pernah lupa core business-nya, yaitu tetap mengembangkan produk B2C, seperti kamera dan printer. Ketiga, memperkuat produk baru seperti surveillance camera. Keempat. meningkatkan pasar potensial. Dan kelima, melakukan kampanye big smile. "Akar dari bisnis kami adalah fotografi. Kami ingin mendorong orang untuk menunjukkan wajah bahagia saat difoto," jelasnya di Jakarta (20/8/2018). Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2025, Canon menargetkan omset US$ 10 miliar untuk pasar Asia.

Noriko menambahkan, "Indonesia adalah negara yang potensial karena memiliki penduduk usia muda yang banyak, ekonomi stabil serta keragaman budaya. Di Indonesia, Canon menjadi pemimpin pasar selama 10 tahun terahir pada sektor kamera DSLR dan mirrorless, serta memimpin pasar inkjet printers selama 20 tahun terakhir.”

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)