Carousell Fokus pada Barang Preloved dan Vintage

Sebagai salah satu perusahaan e-commerce yang berkonsep C2C, Carousell yakin bisa menembus pasar Indonesia. Aplikasi yang berasal dari Singapura ini, mulai masuk ke Indonesia sejak Desember 2014. Dalam kurun waktu yang masih terbilang singkat, Carousell sudah mampu menampilkan 1 juta listing pada aplikasinya.

IMG-20160327-WA0003-1-640x404Bisnis e-commerce memang sedang naik daun di beberapa tahun belakang ini. Memiliki keunikan dan daya tarik yang berbeda menjadi suatu kewajiban untuk dapat terus exist ditengah banjirnya pasar sejenis. Fokus dengan menyediakan barang-barang preloved dan vintage menjadi kekuatan dan keunikan tersendiri dari Carousell.

Tidak berhenti di situ, aplikasi C2C ini juga memudahkan para konsumennya untuk bertransaksi langsung dengan sang penjual. Tentunya ini sangat memudahkan para konsumen yang ingin berkonsultasi dengan penjual dan tidak menutup kemungkinan proses tawar menawar pun dapat dilakukan.

Tersedia 28 kategori yang dapat memudahkan proses belanja di aplikasi ini seperti Muslim Fashion, For her, Beauty Products, Design & Craft, Lifestyle & Gadgets, For Him, Sporting Gear, Photography, Luxury, Vintage & Antiques, Games & Toys, dll.

Hingga akhir tahun 2015 lalu, pertumbuhan dari penjualan di aplikasi ini sudah mencapai 10 kali lipat sejak tahun 2014. Walau aplikasi ini dapat digunakan untuk pria dan wanita, namun Kezia Liwandow, Community Manager Carousell Indonesia, mengakui bahwa target utama pasar mereka adalah wanita usia 18-35 tahun.

Untuk lebih memperkenalkan Carousell kepada khalayak Indonesia, Carousell bekerja sama dengan Pasar Santa dalam menggelar event “Santa Flea Market” yang berlangsung sejak 25-27 Maret 2016.

“Kami berharap barang-barang preloved tidak lagi dipandang sebagai barang bekas yang usang, tetapi lebih sebagai barang yang dicintai oleh pemilik sebelumnya. Maka dari itu melalui Santa Flea Market ini, kami ingin memfasilitasi para penjual secondhand items, barang-barang vintage dan hobby yang berkualitas untuk dapat memasarkan produk mereka secara langsung. Kami juga berharap kolaborasi dengan Pasar Santa ini dapat berkontribusi dalam perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia,” ujar Kezia.

Surya Hidayat, Koordinator Santa Flea Market mengatakan bahwa dengan kerja sama yang terjalin, Carousell mengundang para penjual untuk berpartisipasi berjualan di Pasar Santa dalam event ini.

“Kolaborasi ini juga merupakan upaya yang kami lakukan untuk terus mendorong pertumbuhan pasar tradisional di Indonesia. Tidak hanya memfasilitasi para penjual dalam memasarkan barang dagangannya, kami juga ingin para generasi muda memulai kesempatan mereka dalam berbisnis dan mengembangkan kemampuan kewirausahaannya,” ujar Surya. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)