Dunia Korporasi Rentan Terkena Serangan Cyber

Kejahatan dunia maya seperti pencurian data perusahaan hingga pembobolan uang dinilai makin marak terjadi tahun ini. Pasalnya, penggunaan teknologi selain digunakan keperluan pribadi juga dipakai untuk pekerjaan. Hal ini memudahkan terjadinya kejahatan dunia maya pada perangkat teknologi seperti telepon pintar, tablet dan laptop.

cybercrime

Selain melalui karyawan, serangan dunia maya juga bisa terjadi melalui perusahaan kecil yang karyawannya tidak lebih dari 250 orang, berhubungan dengan target utama, yaitu perusahaan lebih besar.

“Untuk menyerang company yang besar, mereka (penjahat dunia maya – red) tidak langsung ke korporat besar. Target attack bisa melalui perusahaan kecil yang parternya dengan perusahaan besar. Lewat koneksi tersebut bisa menyerang ke perusahaan yang besar,” ungkap Novan Tambunan, Technical Consultant Symantec, Kamis (23/01). Berdasarkan data Symantec secara global serangan kejahatan dunia maya dengan cara tersebut terjadi sebanyak 31 persen dari semua serangan dunia maya.

Dari serangan-serangan kepada karyawan maupun perusahaan kecil kecenderungannya menyebarkan virus dengan menyisipkannya dalam bentuk dokumen berbahaya tetapi tidak terlihat berbahaya seperti, PDF, DOC, dan XLS.

Untuk mengantisipasi tindakan kejahatan seperti itu, Novan mengatakan bahwa kesadaran pengguna teknologi harus ditingkatkan. “Masyarakat harus memahami perkembangan IT saat ini. Treat harus dicari tahu bisa berasal dari mana saja. Treat tersebut bisa berasal dari media sosial. Anti virus bisa membantu, namun paling penting man behind the gun,” ungkap Novan.

Symantec juga mengembangkan anti virus seri terbarunya dengan teknologi Disarm. Teknologi tersebut dinilai mampu melindungi perangkat teknologi dari serangan anti virus. Disarm dinilai mampu menangkal hingga 98 persen terhadap serangan-serangan yang mengeksploitasi kerentanan dokumen zero day sepanjang tahun 2013.

Menurut Raymond Goh, Senior Director of System Engineering Symantec wilayah Asia Tenggara lebih memproteksi data lebih ketat daripada seri sebelumnya. “Teknologi Disarm menggunakan pendekatan yang baru. Alih-alih memindai dokumen, teknologi ini membuat salinan digital yang tidak berbahaya dari setiap dokumen yang masuk. Kemudian menyampaikan salinan tersebut kepada penerima. Sehingga, penerima email tidak pernah terekspos ke lampiran berbahaya dari pelaku kejahatan cyber,” ungkap Goh. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)