Ekspansi Go-Jek ke Asia Tenggara Diapresiasi Pemerintah

Go-Jek ekspansi ke Asia Tenggara. (Foto : Istimewa)

Pemerintah mengapresiasi rencana ekspansi bisnis Go-Jek ke 4 negara di Asia Tenggara. Hal ini bisa menginspirasi dan penyemangat bagi banyak perusahaan rintisan (startup) lainnya di Tanah Air.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengemukakan, pemerintah mendukung rencana ekspansi bisnis Go-Jek tersebut. Pengamat ekonomi menyatakan pendapat serupa.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) Rhenald Kasali menyebut keunikan Go-Jek membuatnya diterima, bahkan dibutuhkan masyarakat, termasuk di negara lain. ”Di Indonesia ada gejala didorong seperti perusahaan transportasi. Padahal Go-Jek bukan perusahaan seperti itu karena lini bisnisnya bermacam-macam, seperti Go-Send, Go-Massage, Go-Car, Go-Food dan lainnya,” ujar Rhenald saat dihubungi Swa Online di Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Platform multi-layanan yang dimiliki Go-Jek, lanjut Rhenald, juga dibutuhkan konsumen di sejumlah negara tetangga. Bukan terbatas pada alat transportasinya (Go Ride dan Go Car) saja, tapi justru layanan lain seperti Go-Pay diyakini berpotensi lebih berkembang di negara tujuan ekspansi.

”Tentu kitasenang dan bangga. Sebagai perusahaan unicorn asli Indonesia yang produknya unik, Go-Jek pandai melihat pasar kota-kota besar di ASEANyang mempunyai karakteristik seperti Jakarta,” ungkapnya kepada awak media.

Lebih jauh, kata pria akrab disapa Chief RA, itu langkah maju Go-Jek ke luar negeri bisa memberi inspirasi bagi start up Indonesia lainnya untuk bisa melakukan hal yang sama.”Selain mengabarkan bahwa Indonesia bukan saja sebagai pasar ekonomi digital namun menjadi regional dan global digital player,” sebutnya.

Hal lebih penting dari rencana ekspansi Go-Jek, Rhenald meyakini Go-Jek telah mengharumkan nama Indonesia dari sisi teknologi. Terlebih salah satu negara tujuan adalah Singapura. ”Saya meyakini ekspansi ini, terutama ke Singapura, bakal meningkatkan brand awareness Go-Jek sebagai perusahaan teknologi dari Indonesia,” terusnya.

CEO & Founder Go-Jek, Nadiem Makarim, pada keterangan tertulisnya di Kamis pekan ini mengumumkan rencana ekspansi Go-Jek ke Vietnam, Singapura, Thailand, dan Filipina. Rencananya, aksi korporasi itu dijadwalkan terealisasi dalam beberapa bulan ke depan. Nilai investasi untuk menghadirkan kompetisi serta pilihan layanan ride-haliling selanjutnya terus dikembangkan ke berbagai layanan on-demand lainnya bagi masyarakat di negara-negara tersebut diperkirakan sebesar US$ 500 juta.

Saat ini, Go-Jek terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pemerintah negara setempat dan para pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan kesiapan operasional. Bisnis di masing- masing negara akan dijalankan oleh tim lokal yang akan didukung oleh teknologi dan keahlian dari Go-Jek yang telah terbukti menjadikan Go-Jek sebagai perusahaan teknologi revolusioner di Indonesia dalam tiga tahun terakhir.

Rencana melebarkan sayap bisnis ke negara-negara di Asia Tenggara itu dilakukan dengan perencanaan dan riset pasar mendalam. Dilakukan selama berbulan-bulan, sejalan dengan penggalangan investasi Go-Jek seri terakhir yang membawa investasi dari Astra, Google, Tencent, JD.COM, Meituan, dan lainnya.”Konsumen paling puas dan senang saat mereka punya lebih banyak pilihan. Saat ini, masyarakat di Vietnam, Thailand, Singapura dan Filipina merasa bahwa mereka tidak memiliki cukup pilihan atas layanan transportasi ride-hailing. Kami berharap dengan hadirnya Go-Jek di negara-negara tersebut, kami bisa menjadi aplikasi gaya hidup utama, pilihan masyarakat. Itu aspirasi kami,” ungkap Nadiem

Dia berharap, kehadiran Go-Jek dapat menciptakan persaingan usaha sehat yang dibutuhkan supaya pasar di masing-masing negara terus bertumbuh.”Tujuan kami adalah berkolaborasi dengan negara-negara tersebut dan pemerintahnya, supaya manfaat teknologi kami bisa memberikan dampak luas bagi semua kalangan. Baik bagi konsumen yang menginginkan layanan yang cepat dan kompetitif, maupun mitra pengemudi yang mencari penghasilan tambahan,” paparnya.

Go-Jek telah membuktikan dampak positif tersebut bagi jutaan rakyat Indonesia. Hal sama diharapkan dirasakan lebih banyak lagi baik di dalam negeri maupun di negara tujuan ekspansi. Di Vietnam, Thailand, dan Filipina, Go-Jek pada tahap awal diprediksi Rhenald akan berpeluang lebih berkembang dari bisnis transportasi online. Terlebih dari sisi ekonomi, seluruh negara tujuan ekspansi itu relatif positif. ”Pertumbuhan ekonomi Filipina di tahun lalu mencapai 6%,” ucapnya.

www.swa.co.id

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)