Erajaya Luncurkan O2O untuk Pembelian Ponsel via Online

Erajaya Group kembali meluncurkan inovasi terbarunya, yakni Omni Channel. Inovasi ini merupakan layanan baru yang mengintegrasikan bisnis lintas channel offline dan online untuk mempersingkat waktu berbelanja pelanggan.

Layanan Omni Chanel melibatkan 775 gerai di bawah naungan Erajaya Group, sebut saja Erafone, iBox, Urban Republic, Samsung Experience Strore dan Erafone.com.

Djatmiko Wardoyo, Director Marketing & Communications Erajaya Group, memaparkan, transaksi melalui O2O bisa dilakukan dengan 2 cara, yakni online to offline di mana transaki dilakukan melalui toko online erafone.com.  Konsumen membeli produk secara online, lalu memilih untuk mengambil smartphone di Erafone offline store yang lokasinya dipilih oleh konsumen sendiri.

Sedangkan transaksi Offline to Online dilakukan dengan cara konsumen membeli produk melalui Erafone offline store, namun pembeli memilih untuk mengirimkan barang yang dibeli ke rumah atau alamat yang dikehendaki. “Adanya layanan ini merupakan inisiatif kami untuk para millenial yang ingin serba mudah dan praktis,” ujarnya.

Adapun keuntungan yang ditawarkan layanan ini adalah kepastian dan kepraktisan. Konsumen akan mendapatkan kepastian ketersediaan barang, orisinilitas dan kepastian barang sampai di tangan pembeli. “Pembeli dapat melihat ketersediaan barang melalui Erafone.com sebelum melakukan transaksi, kemudian kami juga menjamin originalitas barang yang dibeli. Yang terakhir adalah kepastian barang akan sampai pada pembeli,” ujarnya menambahkan.

Selain itu, dengan layanan online to offline, pembeli bisa mendapatkan barang yang diinginkan pada hari itu juga dan menghemat waktu pembelian, karena sudah transaksi terlebih dahulu melalui online. Salah satu kendala dalam transaksi online adalah secara geografis Indonesia terdiri dari ribuan pulau, sehingga masalah ekspedisi dan distribusi menjadi tantangan tersendiri. “Masalah lama waktu pengiriman barang akan teratasi bila konsumen bisa menentukan sendiri kapan dan lokasi pengambilan barang di toko terdekat, tanpa harus menunggu datangnya pengiriman barang,” kata Djatmiko.

Untuk mendukung layanan O2O yang bertumbu pada gerai offline, baru-baru ini perusahaan dengan simbol saham ERAA ini meresmikan 9 megastore di secondary city di Indonesia, seperti Lampung, Ciledug, Ciputat, Purwakarta, Sumedang, Malang, Sukabumi, Tasikmalaya, dan Tegal. “Pembukaan ini merupakan strategi kami untuk menjangkau layer city, yang mana kita tahu, potensinya besar. Selain itu, untuk lebih mengefektifkan layanan O2O harus dengan pembukaan toko sebanyak-banyaknya, agar pembeli memiliki banyak pilihan juga,” kata Djatmiko.

Sampai akhir tahun 2018 mendatang, perseroan berencana untuk membuka 250 toko baru di seluruh wilayah Indonesia atau menjadi total 1.000 toko pada akhir tahun nanti.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)