Fintek Syariah Dukung Kemajuan Industri Halal

Indonesia sebagai negara dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan industri halal dan membawa Indonesia semakin siap bersaing di pasar global.

Hal ini menjadi optimisme banyak pihak, karena kehadiran sumber daya generasi penerus Indonesia yang berkualitas, dengan semakin kreatif dan inovatif mengeluarkan ide-ide untuk memaksimalkan peluang yang ada. Salah satunya terbukti dari semakin banyak perusahaan startup di Indonesia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap generasi muda Indonesia mampu mengembangkan perpaduan yang baik antara teknologi dan keuangan melalui financial technology (fintek).

Berdasar pada populasi masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam, OJK giat mendorong kehadiran fintech di ranah ekonomi syariah. Dari ranah fintek syariah, sosok Lutfi Adhiansyah, CEO dan Co-founder Ammana Fintek Syariah aktif berkegiatan.

Sebagai bentuk dukungan dan komitmennya untuk menjadi yang terdepan dalam industri fintek syariah, Ammana turut ambil bagian dalam salah satu agenda terbesar OJK tahun ini, yakni Fintech Days 2018 yang diselenggarakan di Bali, 25-27 Oktober 2018. Dalam salah satu rangkaian kegiatan Fintech Days 2018, Lutfi diberi kepercayaan penuh oleh OJK melalui pelantikan resminya sebagai Ketua Eksekutif Syariah Asosiasi Fintek Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). AFPI sendiri dibentuk oleh OJK sebagai asosiasi yang akan menaungi perusahaan fintech yang terdaftar di OJK dan bergerak khusus pada bidang pendanaan /pembiayaan.

Dibentuknya AFPI bertujuan untuk menjadi katalisato sekaligus penyeleksi perusahaan fintek baru yang belum terdaftar di OJK dan juga sebagai inspirator sehingga para perusahaan fintek di Indonesia tidak hanya berpikir tentang bisnis tapi juga memiliki semangat untuk mendukung program literasi keuangan secara lebih optimal lagi.

Dalam kesempatan ini, Lutfi menyampaikan semangatnya bersama Ammana untuk memosisikan fintek syariah sebagai jembatan emas untuk kemajuan halal industri di Indonesia. “Secara pribadi saya berterima kasih dan merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan oleh OJK kepada kami. Insya Allah dengan kolaborasi dan kerja sama yang baik dari para pelaku industri fintek syariah dapat berkontribusi nyata demi merealisasikan kemajuan halal industri di Indonesia,” ujar Lutfi.

Melalui Ammana, pihaknya telah menyediakan layanan fintek digital yang halal serta berkah melalui sistem pendanaan crowd-funding dan peer-to-peer (P2P) lending bermitra dengan BMT (Baitul Mal wat Tamwil) atau koperasi syariah, dan pelaku UMKM di Indonesia. "Melalui seleksi usaha UMKM yang ketat dan terstruktur, Ammana memberikan kenyamanan dan keamanan yang maksimal bagi para investor yang tertarik melakukan investasi tanpa riba,” jelas Lutfi.

Sejak diresmikan oleh OJK akhir tahun lalu, Ammana tercatat sebagai platform fintek syariah pertama di Indonesia. Di mata industri fintek sendiri, Ammana dikenal sebagai satu-satunya perusahaan fintek syariah yang hadir untuk memudahkan kolaborasi pendanaan UMKM melalui landasan digital secara syariah. Dalam pelaksanaannya, Ammana mendapat dukungan penuh dari Badan Wakaf Indonesia (BWI), Forum Wakaf Produktif (FWP), dan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

“Dengan dukungan Ammana kepada para pelaku UMKM di Indonesia, dan dengan kemudahan yang ditawarkan melalui platform aplikasi digital, kemajuan ekonomi syariah dan industri halal Indonesia akan semakin baik dan dapat menyokong kemajuan ekonomi Indonesia secara menyeluruh,” jelas Lutfi.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)