Garap Bisnis Digital, Peruri Investasikan Dana Rp 200 Miliar

Direktur Utama Peruri, Dwina Septiani Wijaya (dok: Peruri)
Direktur Utama Peruri, Dwina Septiani Wijaya (dok: Peruri)

Perusahaan Umum Percetakan Uang RI atau Perum Peruri mulai serius menggarap bisnis digital di tengah maraknya perkembangan teknologi yang menggeser kebutuhan masyarakat. Sebagai bukti keseriusan, Peruri telah menginvestasikan dana sekitar Rp 200 miliar sejak 2017 untuk mengembangkan bisnis digital tersebut.

"Jadi sejak 2017, kami sudah mulai bisnis digital sesuai road map perusahaan. Tahun itu kami mulai menyiapkan dana, baik itu dr sisi kebutuhan capex (capital expenditure) maupun sumber dayanya," ujar Direktur Pengembangan Usaha Perum Peruri Fajar Rizki di kantor Kementerian BUMN, Rabu, 8 Januari 2020.

Fajar menjelaskan, modal itu digelontorkan untuk proyek multiyears atau tahun jamak. Dana tersebut selanjutnya telah digunakan untuk menggarap tiga produk digital Peruri, di antaranya Peruri Code, Peruri Sign, dan Peruri Trust.

Ketiga produk yang dirilis Peruri ini memberikan jaminan keaslian dan pengamanan dokumen, untuk membantu instansi serta perusahaan melindungi data pelanggan. Untuk Peruri Sign misalnya, Peruri mengeluarkan produk materai digital yang telah memperoleh sertifikasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Sedangkan pada produk Peruri Trust, entitas pelat merah itu memberikan jaminan keamanan untuk transaksi online hingga pengamanan sistem telekomunikasi. Peruri juga menerbitkan perangkat keamanan berupa barkode untuk produknya yang berupa Peruri Code.

Fajar menerangkan, Peruri telah meneken kerja sama dengan sejumlah perusahaan BUMN dan swasta. "Di sektor telekomunikasi, misalnya, kami telah melayani seluruh provider dalam negeri," tuturnya.

Pada 2020, Fajar memungkinkan perusahaannya akan menambah suntikan modal untuk mengembangkan sektor digital. Sebab, tahun ini ia menargetkan target bisnis digital dari captive dan non-captive mencapai 30 persen dari total omset perusahaan.

"Target 2020, pendapatan Peruri dari sektor digital kami bidik Rp 370 miliar. Untuk 2019 kemarin masih minim, masih di bawah Rp 10 miliar," ucapnya.

Sumber: Tempo.co

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)