GE Global Masih Andalkan Infrastruktur

General Electric (GE) melihat komposisi pendapatan bisnis pada tahun ini masih akan menyerupai tahun 2014. Dari hasil prediksi tren bisnis dan dampaknya terhadap bisnis perseroan, Chairman dan CEO GE, Jeff Immelt, mengatakan,sekitar 75% pendapatan perseroan masih akan berasal dari sektor infastruktur, yang merupakan segmen bisnis utama GE. Sisanya, datang dari sektor finansial, yakni GE Capital.

Pada tahun lalu, GE telah mengembangkan bisnisnya, antara lain dengan berupaya mengakuisisi perusahaan energi dan jaringan asal Perancis, France's Alstom. Di saat yang bersamaan, perseroan menjual aset non-core seperti unit retail finance, Synchrony Bank, serta menjual bisnis perabotan rumah tangga ke grup usaha asal Swedia, Electrolux.

Di mata Immelt, transaksi tersebut sejalan dengan strategi perseroan untuk menjadi perusahaan infrastruktur dan teknologi terbaik di dunia. Electrolux sendiri merupakan produsen alat rumah tangga nomor dua terbesar di Amerika Serikat setelah Whirlpool.

“Pertumbuhan bisnis GE yang paling pesat berasal dari unit GE Aviation. Membangun mesin pesawat jet menjadi bisnis yang menguntungkan berkat pesatnya pertumbuhan industri pariwisata global. Ada juga dari unit GE Power & Water yang fokus pada pembangunan infrastruktur di negara maju maupun berkembang di Asia dan Afrika. Di sana, mati lampu dan ketiadaan energi listrik masih banyak dijumpai,” katanya.

Chairman dan CEO GE, Jeff Immelt (Foto: Telegraph) Chairman dan CEO GE, Jeff Immelt (Foto: Telegraph)

Meskipun harga minyak dunia sedang jatuh, dia melihat bisnis minyak dan gas bumi masih sangat menguntungkan dalam jangka panjang. Apalagi, perseroan telah melakukan diversifikasi teknologi selain dari teknologi yang digunakan dalam pengeboran minyak di atas permukaan dan bawah laut, yang mampu meningkatkan produksi minyak. Teknologi baru itu berbeda dengan teknologi pengeboran di atas permukaan sehingga tidak terlalu rentan terhadap perubahan siklus bisnis.

“GE juga memperluas penggunaan produk perangkat lunak dari GE Software. Produk tersebut menawarkan teknologi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari blowout prevents (usaha pencegahan kebocoran minyak dan gas) hingga ke alat rekam medis,” ujarnya.

Menurut Immelt, GE menghabiskan lebih dari US$1 juta untuk meluncurkan GE Global Software Center di San Ramon, California. Perseroan memerkirakan konvergensi mesin, data, dan analisis akan menjadi industri global bernilai US$200 juta selama tiga tahun ke depan. Perseroan yang telah menggunakan aplikasi Predix untuk memonitor pesawat terbang, pembangkit listrik, dan jalur kereta api, memerkirakan tahun ini akan meraih pendapatan sebesar US$1 juta dari produk tersebut.

“Desember lalu, GE mematenkan platform piranti lunak, Predix, kepada Softbank Telecom di Jepang. Softbank menilai pasar data analisis di Jepang yang nilainya mencapai US$12 juta bisa memanfaatkan aplikasi tersebut. Perjanjian bagi hasil antara GE dan Softbank Telecom diperkirakan bernilai US$200 juta dalam lima tahun ke depan. Itu hanya di Jepang saja,” katanya. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)