Gilkor Bantu Mal Manfaatkan Data Pelanggan Untuk Pengalaman Berbelanja

CEO Gilkor Sinartus Sosrodjojo dan COO PT Agung Sedayu Retail Indonesia David Hilman dalam acara Future Commerce di Hotel Shangri-La, Jakarta, 29-30 Januari 2019. (foto: Jeihan Kahfi/SWA)

Perusahaan startup yang bergerak di bidang solusi interaksi dan customer loyalty untuk mal dan ritel, Gilkor menciptakan inovasi sistem yang disebut Engagement Loyalty System (ELYS). Sistem ini akan membantu mal-mal besar untuk mengelola endataan pelanggan yang tepat, sehingga dapat memonitor apa yang pelanggan inginkan dan bagaimana berinteraksi yang tepat.

Berdasarkan data Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) pada tahun 2018, pertumbuhan trafik pengunjung mal dan pusat perbelanjaan di Indonesia meningkat hingga 20%. Hal ini disebabkan semakin banyaknya orang datang ke mal bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga mencari experience. Fokus utamanya tetap terletak pada kepuasaan pelanggan.

CEO & Co-founder Gilkor, Sinartus Sosrodjojo, mengatakan, pengusaha ritel saat ini perlu memanfaatkan dan menganalisa data pelanggan untuk dapat membuat strategi pemasaran bisnis yang tepat. “Namun tingginya jumlah volume pengunjung seringkali menyebabkan para pemilik ritel kesulitan untuk mengenali konsumen mereka dikarenakan jumlah data yang besar,” ujar Sinartus dalam acara Future Commerce Indonesia 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta.

Sistem ELYS all-in-one Gilkor telah membantu manajemen mal untuk menarik data yang relevan dan mengkoordinasikannya dengan departemen yang tepat, dengan cara yang lebih sederhana dan hemat biaya.

"Sistem kami menawarkan solusi inovasi yang terintegrasi yang terdapat dalam satu dashboard sederhana yang mudah untuk digunakan dan dimengerti. Manajemen juga dapat menggunakan sistem ini untuk menetapkan target dan mengidentifikasi area yang harus mereka kembangkan demi sehingga dapat menciptakan customer experience yang sesuai."

Sistem dari Gilkor telah diimplementasikan di 4 mall besar di Jakarta, seperti: Pacific Place, PIK Avenue, Mall of Indonesia dan Grand Galaxy Park, dan telah membantu mereka untuk menerapkan sistem pendataan pelanggan yang terintegrasi. Serta pada bulan April mendatang, sistem dari Gilkor juga akan diimplementasikan oleh Pollux Group yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Adapun tantangan berikutnya bagi manajemen mal adalah mengonversikan pengunjung mal menjadi anggota loyalty program. “Komposisi anggota loyalty program dari pengunjung mal biasanya sekitar 10-15 persen dari total keseluruhan pengunjung. Upaya yang harus dilakukan manajemen mal adalah meningkatkan membership mereka dengan menciptakan program-program yang semakin menarik,” tambah Sinartus.

Di lain pihak, David Hilman, COO PT Agung Sedayu Retail Indonesia, mengatakan, sebelumnya data pelanggan berasal dari multi-sistem yang tersebar yang harus dapat dikoordinasikan oleh seluruh tim sales, marketing, customer service dan juga tim operation. “Hal inilah yang menjadi tantangan bagi kami yaitu bagaimana mengintegrasikan data yang tersedia. Sistem Gilkor yang telah kami terapkan di beberapa mal terbesar kami, terbukti telah membantu dalam menyederhanakan analisa data pelanggan kami,” kata David.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)