Google AI Garap Fitur Live Transcribe untuk Pengguna Tuli

Jason Tedjakusuma, Head of Corp. Communications Google Indonesia melakukan demo Live Transcribe, di Kantor Google, Jakarta (5/14/2019)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan ada 466 juta orang di dunia yang tuli dan sulit mendengar. Menurut Google, sepertiga orang usia 65 hingga 74 tahun mengalami masalah pendengaran. Hal tersebut menyebabkan kemampuan kerja yang menurun karena kesulitan berkomunikasi.

Teknologi menjadi kunci penting dalam menyelesaikan masalah itu. Salah satunya melalui pengenalan suara otomatis (ASR), yang memungkinkan komputer mendeteksi bahasa yang dapat didengar dan menerjemahkannya ke dalam teks untuk dibaca.

Melihat kondisi ini, Google menggarap aplikasi berbasis Android bertajuk Live Transcribe. Fungsinya, dapat membantu menghadirkan teks otomatis ke dalam percakapan sehari-hari secara real time dalam 70 bahasa. Aplikasi juga bisa memahami konteks dalam berbahasa; bila ada dua kata yang penyebutannya sama, aplikasi akan menempatkan konteks di sana.

Live Transcribe digarap menggunakan data 8 juta video Youtube yang secara otomatis mendeteksi berbagai suara berbeda. “Ia bisa mengenali 527 jenis suara. Kami menggunakan data ini untuk menciptakan machine learning,” ungkap Sagar Savla, Product Manager Google AI.

Dalam pengembangannya, Sagar sempat mempertimbangkan penggunaan perangkat tablet PC untuk aplikasi Live Transcribe. Namun perangkat tablet dianggap terlalu mahal. Juga sempat dipertimbangkan penggunaan proyektor yang digunakan oleh pengguna tuli, namun terlalu repot digunakan.

Akhirnya Sagar memutuskan untuk mewujudkan aplikasi ini melalui ponsel pintar. “Pengguna ponsel pintar sangat besar, ini pasar yang besar bagi kami dan mereka bisa menggunakan aplikasi Live Transcribe tanpa membeli perangkat baru,” ungkapnya melalui telekonferensi dengan media di Kantor Google, Jakarta, (14/5/2019).

Sagar juga menyadari ada beberapa kendala yang perlu diantisipasi dalam penggunaan aplikasi ini, misalnya bila pengguna ada di lokasi yang bising. Maka, dipasanglah fitur deteksi kebisingan yang akan menyampaikan kepada pengguna seberapa besar aplikasi bisa mendengar suara dari luar.

Pengguna Android dapat mengakses fitur ini dengan mengunduh aplikasi di PlayStore. Namun, pada beberapa versi Android, Live Transcribe bisa langsung diakses di menu Pengaturan, Aksesibilitas.

Editor ; Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)