Hasil Survei F5 Tentang Dampak Penggunaan Cloud

Hasil survei state of application delivery 2017 yang diadakan oleh F5 menunjukkan bahwa penggunaan cloud yang meningkat dengan pesat maka semakin meningkat pula permintaan terhadap layanan-layanan aplikasi keamanan, termasuk perlindungan terhadap WAF (Web Application Firewall), DNSSEC (Domain Name System Security Extensions), dan DDoS (Distributed Denial of Service).

Karena meningkatnya layanan aplikasi kerap membutuhkan sumber daya tambahan, para responden juga mengindikasikan adanya pergeseran ke arah metodologi DevOps untuk mewujudkan efisiensi operasional melalui otomatisasi dan sistem yang dapat diprogram. Kebutuhan terhadap skalabilitas menggantikan layanan secepat mungkin di pasar sebagai pendorong untama penggunaan DevOps.

Empat temuan utama dari survei ini antara lain; pertama serangan yang semakin canggih menjadi tantangan yang utama. Secara global, layanan-layanan keamanan utama yang rencananya akan diterapkan adalah mengurangi dampak serangan DdoS, perlindungan DNSSEC, dan layanan WAF. “Perusahaan-perusahaan yang paling yakin dengan kemampuan mereka menahan serangan di level aplikasi, termasuk mereka yang mengidentifikasi diri sebagai organisasi yang memprioritaskan cloud telah menginstal WAF,” ujar Fetra Syahbana, Country Manager Indonesia F5 Networks.

Kedua, 2017 merupakan era keahlian di bidang cloud. Saat ini dunia memasuki era multi-cloud. 4 dari 5 responden telah mengadopsi hybrid cloud , dan hampir sepertiga responden menyatakan mereka akan membeli solusi IaaS public Cloud pada tahun ini. Selain itu, semakin banyak aplikasi yang digunakan perusahaan, maka semakin besar motivasi untuk mengambil keuntungan operasional dari cloud.

Ketiga, layanan aplikasi akan meningkat. Perusahan-perusahaan melaporakan bahwa mereka memiliki rata-rata 14 layanan aplikasi yang digunakan dan mereka berencana untuk menggunakan rata-rata 17 layanan aplikasi dalam 12 bulan ke depan.

Keempat, skala operasional dan sistem yang dapat diprogram menjadi yang terpenting bagi DevOps. Dengan meningkatnya layanan apliaksi dan ekspansi cloud, perusahaan kini beralih ke otomatisasi dan orkestrasi untuk meningkatkan operasional di seluruh lingkungan. Skalabilitas dan pengurangan OpEx tetap menjadi 2 pendorong utama bagi penggunaan SDN frameworks, dan perusahaan semakin menunjukkan kecenderungan ke arah standarisasi.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)