Hitachi Vantara Tawarkan Solusi untuk Wujudkan Smart City

 

Gerakan menuju 100 kota pintar (smart city) dengan membentuk 25 kota pintar di 25 kabupaten/kota yang dicanangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika mulai bergulir. Selanjutnya, 75 kota pintar lagi ditargetkan akan segera terbentuk sehingga menjadi 100 kota pintar pada 2019.

Dalam pemerintahan, smartcity menjadi salah satu isu penting. Sekarang ini, pemerintah daerah dapat menggunakan informasi atau data untuk memberikan layanan publik yang lebih efisien. Peluang ini disambut baik oleh Hitachi Vantara, anak perusahaan Hitachi sebagai perusahaan yang memiliki solusi teknologi informasi yang membantu sektor pemerintahan maupun bisnis.

Menurut Keith Roscarel, Direktur Public Safety & Smart Cities, APAC Hitachi Vantara, sejumlah solusi akan diperkenalkan Hitachi kepada para pemegang kebijakan berupa Hitachi Visualization Suite (HVS), Hitachi Video Management Platform (HVMP) dan Hitachi Video Analitics (HVA).

Yahya Laksana, Presales Social Innovation , IP & Business Development, Hitachi Vantara Indonesia, menambahkan, pihaknya memberikan solusi kepada pemerintah, BUMN dan swasta lainnya dalam hal mengelola smart city. "Kami bisa mengintegrasikan kamera CCTV apapun brand-nya, semua data terbaca. Bahkan wajah orang akan nampak jelas terbaca," kata Yahya.

Teknologi yang disodorkan Hitachi dapat membantu mengelola pemerintahan secara digital. Singapura misalnya, bisa melakukan pembersihan sampah hanya dengan teknologi. Ada sensor yang memberikan sinyal, bahwa sampah sudah penuh untuk diangkut. "Bahkan kita bisa mengetahui keberadaan truk pengangkut sampah," katanya.

Keunggulan lainnya adalah keahlian teknologi operasional dan informasi.  Hitachi memiliki perbedaan dari pemain lainnya di pasar solusi digital dan IoT (Internet of Thing), serta memberikan keuntungan yang unik bagi penggunanya. Hitachi Vantara memberikan strategi produk yang komprehensif untuk menjawab tantangan pengguna untuk mencapai target yang optimal.

Keahlian tehknologi Hitachi, yaitu dalam masalah parkir. "Sensor tidak lagi di bawah, begitu pula ridernya karena sering hilang atau rusak, sehingga bisa pasang lebih tinggi di atas namun dapat memantau semua mobil," Yahya menuturkan.

Menurutnya, smart city sangat tepat diterapkan di Indonesia. Pasar smart city masih sangat luas karena rata-rata, belum menggunakan smart city. Apalagi saat ini kemajuan teknologi informasi telah merambah hampir kesemua sektor, tak terkecuali ‎sektor pemerintahan, sehingga pemerintah baik pusat dan daerah harus adaptif dengan tuntutan untuk efisien, efektif dan transparan.

.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!