HP ProLiant Gen8 Percepat Transformasi Pasar Server

Perusahaan computer HP kembali mendobrak pasar server Indonesia. Server HP ProLiant Generation 8 (Gen8) hadir di tengah berkembangnya industri teknologi informasi di Indonesia. Menyempurnakan HP Converged Infrastructure, HP ProLiant Gen8 terdiri dari teknologi HP Smart Storage, HP SmartMemory, dan HP FlexNet.

Dihasilkan dari project voyager, HP ProLiant Gen8 dilengkapi arsitektur HP ProActive Insight. HP ProLiant Gen8 mengotomatisasi pekerjaan dan meningkatkan uptime secara signifikan.

Sebagai contoh, dalam sebuah pusat data umum seluas 10.000 kaki persegi (929 meter persegi), perusahaan mengeluarkan US$24 juta dalam tiga tahun untuk membiayai pekerjaan manual demi mendukung kerja server. HP ProLiant Gen8 meningkatkan produktivitas administrator hingga tiga kali lipat dengan menghilangkan pekerjaan manual seperti update server. Bila administrator bisa menghabiskan lima jam per rak server untuk update, fitur HP Smart Update dapat menjalankan update yang sama dalam 10 menit.

"Melonjaknya biaya operasional pada pusat data tidak dapat dibendung, dan perusahaan tengah meminta HP untuk membantu mengatasi masalah ini," tutur Jeff Carlat, Direktur, Marketing, Industry Standard Servers & Software, Enterprise Storage, Servers, and Networking (ESSN) HP.

Diuji pada lebih dari 100 real-world data center, server HP ProLiant Gen8 dibangun dengan 150 inovasi desain yang terinspirasi oleh klien. Inovasi-inovasi ini mengakselerasi kinerja aplikasi secara signifikan. Selain itu juga memungkinkan administrator memaksimalkan ketersediaan server dengan mengurangi permasalahan umum penyebab kegagalan, downtime, hingga hilangnya data.

HP ProLiant Gen8 memiliki fitur HP 3-D Sea of Sensors. Fitur tersebut mampu mengenali server yang digunakan secara berlebihan berdasarkan data lokasi, daya, beban kerja, dan temperatur real-time. Hal ini mampu meningkatkan kapasitas komputasi per energi watt hingga 70 persen. Peningkatan ini mampu menghemat biaya energi dan fasilitas server yang menyebabkan perusahaan harus membayar US$29 juta selama tiga tahun.

Downtime tak terencana seringkali menyebabkan klien mengeluarkan biaya besar hingga US$10 juta per jam. HP ProLiant Gen8 dengan teknologi HP Active Health dan HP Insight Online mampu menganalisa kesehatannya sendiri secara otomatis di 1.600 titik data. Melalui self-monitoring, self-diagnosing, dan dukungan proaktif, HP ProLiant Gen8 mengatasi isu downtime tak terencana hingga 66 persen lebih cepat.

"HP ProLiant Gen8 bisa digunakan di berbagai segmen, home personal maupun korporasi bahkan pemerintahan. Apalagi di Indonesia ini sudah banyak aplikas-aplikasi yang tidak kalah dari negara lain, jadi harus ada support juga dari server," ujar Linius Tan, Country Manager, Technology Services HP Indonesia pada peluncuran HP ProLiant Gen 8 Kamis, 19 April 2012.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)