Hu Yoshida Prediksikan 10 Tren Storage Tahun 2012

Kondisi ekonomi global tahun lalu penuh pasang surut, dengan bencana alam di Jepang, gejolak politik di Timur Tengah dan krisis utang Eropa membayangi bisnis internasional dan tahun 2012 adalah tahun yang penuh ketidakpastian.

Penurunan harga disk yang terjadi selama 50 tahun mungkin akan berubah menyusul banjir di Thailand yang memangkas pasokan. Bersamaan dengan gejolak lingkungan pasar, bisnis juga menghadapi berbagai tantangan operasional seperti pertumbuhan data secara eksponensial. Bisnis masih berpeluang membuat lompatan dengan menggali potensi data yang mereka miliki, salah satunya untuk menemukan strategi yang sudah tidak selaras lagi dan membebani pemulihan secara ekonomi.

Tantangan bagi para profesional TI bahkan menjadi lebih berat karena krisis finansial global memberikan tekanan pada anggaran TI sehingga penggelaran infrastruktur baru menjadi lebih sulit. Untuk itu, pakar teknologi storage global Hu Yoshida, Chief Technology Officer Hitachi Data Systems, menjawab semua tantangan tersebut melalui 10 tren tahun ini yang akan menjadi petunjuk dan panduan guna membantu bisnis menghadapi berbagai tantangan di 2012 ini.

Pertama, akuisisi Awan. Akuisisi Awan, yang berdasarkan sistem swalayan, bayar sesuai penggunaan dan sesuai permintaan akan menggantikan siklus akuisisi produk yang sudah berjalan 3-5 tahun, sementara konvergensi akan mulai menggabungkan berbagai sumber daya komputasi.

Kedua, data raksasa atau “Big Data”: Fokus di tahun 2012 akan tetap pada data raksasa atau Big Data, yakni data yang berukuran sangat besar. Lonjakan data tak terstruktur dan aplikasi mobile akan menciptakan kesempatan yang besar untuk menciptakan nilai bisnis, menetapkan diferensiasi, dan mendukung proses pengambilan keputusan jika data ini dapat dikelola dan diakses secara efisien. Data raksasa memang sulit untuk digandakan, dibuat salinannya, dan digali dengan cara-cara tradisional. Data yang besar lebih berisikan informasi dari persinggungan kumpulan banyak data atau obyek. Pada tahun 2012, akan terjadi pengadopsian platform konten besar-besaran untuk mengantisipasi analitis terhadap data yang besar.

Ketiga, konsolidasi menuju konvergensi. Konsolidasi akan membuka jalan bagi konvergensi. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor TI sudah fokus pada konsolidasi dan sebagian besar aplikasi memang telah dikonsolidasikan. Supaya menghemat biaya, fokusnya kini terletak pada konvergensi server, storage, jaringan, dan aplikasi. Application Programming Interface (API) yang memindahkan beban ke storage dapat membuat server dan memori bekerja secara lebih efisien. Paduan peranti lunak akan membantu menyatukan pengelolaan dan otomasi provisi, dan pelaporan di seluruh server lokal, yang dijalankan secara jarak jauh, dan berbasis cloud, storage, dan infrastruktur jaringan.

Keempat, efisiensi storage. Ketidakpastian ekonomi global menuntut para profesional TI untuk mencapai tingkat pengembalian aset yang lebih baik daripada membeli aset baru. Ada fokus yang lebih besar terhadap teknologi untuk efisiensi storage, seperti virtualisasi storage, thin provisioning, dynamic tiering, dan pengarsipan.

Kelima, efisiensi energi. Listrik, pendinginan dan jejak karbon akan menjadi hal yang krusial nantinya, mengingat permintaan terhadap energi meningkat dan banyak negara perlu mengenakan pajak karbon. Sektor TI akan dituntut untuk menanggung masalah energi ini.

Keenam, komputerisasi storage. Sistem storage perlu menjadi penyimpanan komputer karena lebih banyak fungsi yang ditambahkan masuk ke dalamnya. Arsitektur storage yang lama dengan controller fungsi umum yang melayani seluruh fungsi baru dengan beban kerja input/output normal tidak akan mampu mengukurnya. Untuk itu dibutuhkan arsitektur storage baru dengan kumpulan prosesor terpisah untuk menjalankan fungsi tambahan tersebut.

Ketujuh, perluasan skala storage. Virtualisasi server dan desktop akan meningkatkan kebutuhan perusahaan untuk menyesuaikan sistem storagenya, karena permintaan terhadap server secara fisik meningkat. Sistem storage modular mungkin perlu diganti dengan storage khusus kelas korporat untuk memenuhi kebutuhan server virtual di tier 1. Tanpa penyesuaian arsitektur, storage tidak akan dapat memenuhi permintaan terhadap virtualisasi server dan desktop yang terus meningkat.

Kedelapan, transparansi. Aplikasi dan infrastruktur akan bekerja lebih transparan satu sama lain agar dapat memfasilitasi konvergensi melalui open interface seperti API, client/providers, dan plugin. Hitachi Data Systems menawarkan peranti lunak Hitachi Command Director, yang memberikan visibilitas aplikasi ke tingkat layanan, utilisasi, dan kesehatan infrastruktur storage di belakang storage virtual yang digunakan.

Kesembilan, mempersempit kesenjangan teknologi. TI selama ini sudah melakukan banyak hal di tengah keterbatasan sumber daya dan tahun ini kebutuhan untuk memangkas layanan-layanan yang terlalu banyak staf TI akan semakin besar sehingga mendorong adopsi teknologi baru.

Kesepuluh, migrasi tervirtualisasi. Migrasi alat yang disruptif –mengganggu jalannya operasi- tidak akan terjadi karena kemampuan virtualisasi yang baru akan menghapus kebutuhan untuk melakukan reboot.

 Mendongkrak ROI dan Mencapai Penghematan Biaya di tengah Krisis Ekonomi

Sebagian besar analis memperkirakan bahwa bagi banyak negara, resesi adalah sebuah kepastian. Profesional TI diharapkan bisa meningkatkan keuntungan yang lebih tinggi dari investasi TI dan memberikan penghematan biaya yang lebih besar secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Berbagai penawaran yang berbasis swalayan, layanan Cloud dengan skema bayar sesuai penggunaan dan on-demand akan memberikan manfaat ekonomi dan operasional yang tak tertandingi guna membantu organisasi menghemat biaya, mengoptimalkan sumber daya TI dan meningkatkan TCO. Untuk itulah, Yoshida menilai akuisisi Cloud akan menjadi tren TI utama di tahun-tahun mendatang dan akan menggantikan siklus akuisi produk tiga tahunan dan lima tahunan.

Untuk bermigrasi ke model akuisisi awan, teknologi seperti virtualisasi storage, dynamic provisioning atau thin provisioning dan dynamic tiering tak terelakkan. Ketiga teknologi tersebut memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan sumber daya mereka di seluruh infrastruktur dan menormalkan permintaan puncak, mengoptimalkan pemanfaatan aset storage secara signifikan dari 20%-30% menjadi 50-60%, sehingga secara dramatis meningkatkan tingkat pengembalian dari investasi TI.

 Sebuah platform virtualisasi storage kelas enterprise seperti Hitachi Storage Platform Virtual (VSP) dapat membantu mencapai penghematan biaya pada aset yang ada dan biaya akuisisi Cloud baru. Hitachi VSP adalah sistem storage yang tidak hanya mengintegrasikan server yang ada dan infrastruktur storage, tetapi juga fleksibel menyesuaikan data untuk kinerja dan kapasitas dalam lingkungan multivendor. Bahkan, banyak pelanggan dari Hitachi Data Systems berhasil mengurangi biaya storage 20%-40% hanya dengan meningkatkan utilisasi storage mereka.

Merebut Peluang dari “Big Data”

Meskipun kemungkinan penurunan ekonomi masih terjadi pada 2012, ada peluang bagi perusahaan untuk menciptakan nilai baru dan mencapai keunggulan kompetitif baru. Hal ini karena tren sepanjang 2012 akan berkisar seputar "Big Data". Ledakan data terstruktur dan aplikasi mobile merupakan peluang bisnis besar jika data ini dapat dikelola dan diakses secara efisien. Inti dari Big Data adalah memanfaatkan nilai informasi di lintas data dan obyek. Pada 2012, Yoshida memprediksi akan ada adopsi yang lebih luas pada platform konten seperti Hitachi Content Platform dan Hitachi NAS untuk analisis Big Data.

 Mendorong Efisiensi Biaya Operasional dan Manajemen

Untuk mendapatkan penghematan biaya lebih besar, tren utama yang lain di tahun mendatang adalah konvergensi dari server, storage, jaringan dan aplikasi. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak profesional TI telah fokus pada konsolidasi, terutama yang mampu mengurangi biaya akuisisi. Konvergensi, di sisi lain, mengurangi biaya operasional seperti biaya pengadaan, migrasi, load balancing, manajemen infrastruktur, dan meningkatkan efisiensi implementasi aplikasi dan pengiriman layanan.

Peranti lunak orkestrasi, seperti Hitachi Converged Platform dan Hitachi Unified Compute Platform, dapat membantu menkonvergensikan manajemen, otomatisasi dan provisioning berbasis di server lokal, jarak jauh maupun yang berbasis Cloud. Referensi arsitektur untuk aplikasi seperti Exchange dan database Oracle, yang keduanya sudah dikonfigurasikan dan bersertifikat akan lebih mempersingkat waktu dan usaha untuk menyediakan aplikasi.

Untuk memfasilitasi konvergensi ini, aplikasi dan infrastruktur harus lebih transparan. Peranti lunak Hitachi Command Director mampu memenuhi kebutuhan ini ini dengan memberikan visualisasi aplikasi di balik storage virtual digunakan menjadi tingkat layanan dan kesehatan dari infrastruktur storage.

Mempercepat Kinerja dan Daya Saing

Selain meningkatkan efisiensi biaya dan menangkap dari Big Data, Yoshida merekomendasikan bahwa organisasi juga bisa memanfaatkan arsitektur storage baru untuk mencapai daya saing yang lebih tinggi dengan kinerja pelayanan yang lebih baik. Untuk mencapai itu, Yoshida meyakini bahwa sistem storage perlu menjadi komputer storage karena semakin banyak fungsi seperti thin provisioning, tiering dan replikasi akan ditambahkan. Selain itu, untuk mengatasi meningkatnya beban kerja server fisik dari virtualisasi server dan desktop, organisasi perlu meningkatkan storage mereka untuk memastikan kinerja dan ketersediaan.

Di tengah dinamika perubahan saat ini, arsitektur storage tua dengan controller biasa yang menjalankan fungsi-fungsi baru (seperti thin provisioning, tiering dan layanan replikasi) dengan beban kerja I/O normal tidak akan bisa berkembang. Sebaliknya, arsitektur storage baru (seperti VSP) dengan pool yang terpisah dari prosesor dapat dengan mudah mendukung penambahan fungsi tanpa mempengaruhi kinerja I/O dasar dan throughput, sehingga menjamin kinerja, ketersediaan dan skalabilitas.

Efisiensi Energi

Bencana di Fukushima telah menurunkan penggunaan energi nuklir di seluruh dunia sehingga akan meningkatkan permintaan bahan bakar karbon untuk menghasilkan listrik bagi datacenter. Untuk mengurangi emisi karbon, banyak negara akan mengenakan pajak karbon. Efisiensi energi, pengurangan daya, pendinginan, dan karbon diharapkan menjadi fokus utama TI di tahun-tahun mendatang guna mengurangi biaya dan menjamin masa depan yang berkelanjutan.

 Mempercepat adopsi Teknologi Baru untuk Keuntungan Bisnis

Ada kesenjangan antara meningkatnya ketersediaan teknologi baru dan penerapan teknologi itu. TI telah melakukan lebih banyak dengan lebih sedikit sumber daya selama bertahun-tahun TI terlalu banyak bekerja dan tidak memiliki waktu untuk mempelajari teknologi baru dan melakukan perencanaan. Teknologi saja tidak bisa memberikan nilai. Teknologi juga membutuhkan bisnis, orang, proses, dan tata kelola. Untuk menutup kesenjangan ini, kita perlu menggunakan jasa profesional untuk mengurangi beban staf, mem-bantu menentukan pengukuran bisnis, menerapkan proses, dan menyediakan struktur tata kelola.

 2012: Hadapi Masa Depan dengan Keyakinan

Memang benar bahwa ekonomi global menghadapi jalan yang panjang dan berbatu menuju pemulihan, dan 2012 ini diyakini akan menjadi tahun yang lebih berat. Namun, teknologi sudah tersedia untuk membantu bisnis memenuhi tantangan ini dengan meningkatkan kelincahan, efisiensi dan kemampuan mereka untuk memotong biaya. Sambil menyeimbangkan kebutuhan untuk manajemen dengan anggaran, profesional TI perlu memeriksa nilai dari teknologi baru dan peran mereka untuk membantu bisnis. Mulailah dengan menilai posisi Anda dalam hal bisnis, orang, proses dan tata kelola dan gunakan jasa-jasa itu untuk mempercepat realisasi nilai dari teknologi ini.

Hu Yoshida merupakan tokoh yang sangat paham dan terkenal di industri TI. Beliau adalah pembicara kunci yang paling dinanti-nanti dan akun Twitter-nya banyak menarik banyak pengikut (@HuYoshida). Blognya baru-baru ini diperingkat sebagai salah satu dari 10 blog yang paling berpengaruh dalam industri storage oleh Network World. Untuk memperoleh informasi mengenai isu dan tren terkini di dunia TI, Yoshida seringkali melakukan perjalanan untuk bertemu secara langsung dengan para pelanggan dan mitra.

Sebagai pemimpin yang terkenal dengan pemikirannya, Yoshida juga menulis beberapa makalah mengenai jaringan area storage, Fibre Channel, multi protocol SANs dan teknologi virtualisasi storage. Beliau juga duduk sebagai dewan penasihat di beberapa perusahaan teknologi dan saat ini menjabat pemimpin Dewan Penasihat Ilmiah untuk Institut Storage Data milik pemerintah Singapura.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)