IBM Dorong Industri Kembangkan Komputasi Kognitif

Cognitive computing dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) sebagai teknologi yang memungkinkan mesin mempelajari data tanpa pemrograman dan dapat mengambil keputusan sendiri menjadi peluang tak terbatas bagi pelaku industri dalam mengembangkan inovasinya. Hal ini terus diperkenalkan IBM Indonesia untuk bisa bertransformasi dan mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan solusi kognitif.

Presiden Direktur IBM Indonesia, Gunawan Susanto sedang berbincang dengan robot NAO dalam acara IBM Watson Indonesia Summit 2017 di Jakarta, (1/8).

Meski konsep teknologi ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu, namun di era digitalisasi dan kemajuan infrastruktur IT saat ini mampu menciptakan “the perfect storm” dalam mewujudkan artificial intelligence. Perlu dukungan dalam hal konektivitas mobile, cloud computing, big data analytics, machine learning agar artificial intelligence dapat tercipta. IBM mengajak pelaku bisnis dan industri mengenal lebih jauh teknologi ini melalui konferensi IBM Watson Indonesia Summit 2017 di Jakarta, (1/8/2017).

Presiden Direktur IBM Indonesia, Gunawan Susanto, mengungkapkan, IBM memiliki prinsip kunci yang fundamental dalam mengembangkan teknologi baru seperti artificial intelligence atau cognitive computing. “Pertama mengenai tujuan yaitu kami ingin memperbesar (augment) kecerdasan manusia. Kami tidak ingin menggantikan manusia melainkan membuat manusia lebih produktif. Kedua adalah transparansi data dari yang kami peroleh. Ketiga adalah mengenai skill untuk retrain segala kemampuan manusia untuk tidak hanya mengoperasikan mesin tapi melakukan reposisi kemampuan manusia. Kita tidak perlu takut dalam merangkul teknologi ini dalam membantu manusia,” ujar Gunawan.

Watson, sebagai artificial intelligence systems dari IBM telah diluncurkan 6 tahun yang lalu dan kini banyak digunakan untuk membantu kinerja perusahaan dalam berbagai industri mulai dari kesehatan, pendidikan, gaya hidup, hingga keuangan.

Di negara-negara ASEAN, Watson banyak digunakan dalam bidang kesehatan, terutama onkologi. Watson Oncology telah digunakan di Bumrungrad International Hospital, Thailand untuk membantu dokter menentukan jenis kanker dan rekomendasi pengobatan pasiennya. Selain itu, perusahaan asuransi Singapura, Income juga menggunakan Watson untuk proses analisis dan administrasi klaim asuransi yang lebih efektif.

Berdasarkan hasil studi IBM, sebanyak 80% data di dunia merupakan ‘dark data’ yang tidak teridentifikasi dalam bentuk tulisan, video maupun gambar. Padahal, data ini dapat bermanfaat bagi kinerja industri maupun perseorangan. Sayangnya, data ini tidak bisa diakses secara manual maupun menggunakan komputer tradisional.

“Watson dapat memahami ‘dark data’ yang tidak terstruktur tersebut dan mengolahnya sehingga bermanfaat bagi kehidupan manusia. Kemudian, Watson dapat memberikan solusi dan rekomendasi yang memungkinkan kegiatan manusia seperti memberikan rekomendasi,” tambah Gunawan.

Ia menambahkan, cognitive computing adalah masa depan berbagai industri. “Banyak orang menunda untuk menerapkan teknologi baru, padahal pemenangnya adalah siapa yang mampu embrace teknologi lebih dulu. Jangan tunggu sampai teknologi ini menjadi norma baru yang mendikte kita. IBM Indonesia ingin menjadi katalis di negeri ini untuk menjadi partner dalam bertransformasi secara digital,” ujarnya.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)