IBM Luncurkan Arsitektur X6 untuk Kelas Enterprise

IBM meluncurkan generasi keenam dari Arsitektur X kelas enterprise-nya yang dinamakan Arsitektur x6. Generasi terbaru ini dapat digunakan untuk server-server System x dan PureSystems, yang mana ini menyajikan berbagai peningkatan kelas industri dalam hal performa dan penghematan biaya sistem-sistem berbasis x86 untuk analytic dan cloud.

IBM-Arsitektur X6

“Arsitektur X kelas enterprise kami menyajikan performa tinggi, yang menyebabkan kepuasaan pelanggan yang tinggi di industri, sehingga menjadi IBM sebagai vendor nomor satu di segmen sistem x86 kelas atas. Kami terus berinovasi untuk menghantarkan kehandalan dan perlindungan investasi, bagi para pelanggan, untuk beban kerja penting yang dijalankan dengan X6,” kata Gunawan Susanto, Country Manager System Techology Group (STG) IBM Indonesia.

Sistem-sistem berbasis x86 ini merupakan pilihan utama bagi pelanggan yang ingin mengadopsi analytic untuk memindahkan beban kerja penting seperti ERP, analytic, dan database cloud, agar dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Arsitektur X6 menggambarkan investasi R&D serta kepemimpinan industri IBM di segmen sistem berbasis x86.

“Arsitektur ini dirancang khusus untuk menyajikan performa pada tingkat baru dan resiliensi lebih tinggi untuk aplikasi-aplikasi kelas enterprise. Untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan memori besar, X6 menyediakan memori tiga kali lipat lebih besar daripada yang dimiliki produk pesaing,” ujarnya.

Kelebihan Arsitektur X6 antara lain cepat (fast), gesit (agile), dan tangguh (resilient). Soal kecepatan, arsitektur ini menggunakan memory-channel storage eXFlash yang terintegrasi, yang merupakan pertama kali di industri. DIMM-based storage ini menawarkan flash storage super cepat hingga 12,8 terabyte yang dekat dengan prosesor. Ini dapat meningkatkan performa aplikasi dengan menyediakan latensi penulisan sistem yang terendah, dan penting untuk aplikasi analytic.

Lalu, untuk kegesitan, arsitektur ini mempunyai desain modular dan skalabel yang mendukung berbagai generasi CPU, yang juga pertama di industri. Desain seperti ini dapat mengurangi biaya akuisisi hingga 28% jika dibandingkan dengan yang ditawarkan pesaing. X6 menawarkan stabilitas dan fleksibilitas dengan teknologi mendatang, sehingga memungkinkan pengguna untuk menskalakannya di saat ini, dan meng-upgrade di masa depan secara efektif.

Kalau untuk ketangguhan, fitur-fitur yang ada dalam Arsitektur X6 ini dapat membantu memperluas penghantaran awan ke berbagai aplikasi penting. Memori dan penyimpanan meningkatkan kapasitas mesin virtual, supaya penghantaran aplikasi dalam bentuk SaaS dapat terlaksana.

“CPU yang otonomis dan dapat memulihkan diri, serta sistem-sistem memori yang mengoptimalkan uptime aplikasi secara proaktif mengidentifikasi potensi kegagalan dan bertindak untuk memperbaikinya. Selain itu, Upgrade Integration Modules dapat membantu mengurangi biaya dan kerumitan administrasi sistem dengan memungkinkan operator menjalankan pekerjaan pengelolaan dengan alat-alat virtualisasi,” tuturnya.

Model-model server yang didukung arsitektur baru ini antara lain adalah System x3850 X6 four-socket system, System x3950 X6 eight-socket system, dan IBM Flex System x880 scalable compute nodes. Selain Arsitektur X6 ini, IBM juga memperkenalkan System x3650 M4 BD storage server, sebuah server rak dengan dua soket yang mendukung hingga 14 drive.

“Ini menghantarkan penyimpanan densitas tinggi hingga 56 terabyte yang terbesar di industri. Perangkat ini mampu menyajikan performa 46% lebih tinggi dari server IBM System x sebelumnya, serta ini sangat ideal untuk menskalakan beban Big Data secara terdistribusi,” ungkapnya.

Para pelanggan yang memindahkan aplikasi kelas enterprise ke model cloud dan mengadopsi analytic untuk mendapatkan wawasan bisnis membutuhkan solusi-solusi terintegrasi untuk meningkatkan penyebaran, efisiensi, dan performa.

“Solusi-solusi baru untuk Arsitektur X6 yang disediakan IBM untuk keperluan analytic, database dan penyebaran cloud, termasuk IBM System X Solution untuk DB2 dengan BLU Acceleration pada X6 untuk mempercepat analytic, iBM System x Solution untuk SAP HANA pada X6 untuk analytic, dan System x Solution untuk VMWare vCloud Suite pada X6 untuk kemampuan infrastructure-as-a-service,” ucapnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)