ICT Harus Dikenalkan Sedini Mungkin

Indonesia masih memiliki potensi dan peluang yang cukup besar untuk mengembangkan pasar Information and Communication Technology (ICT). Salah satu hal paling menonjol yang mendukung hal ini adalah besarnya jumlah penduduk Indonesia, serta semakin meningkatnya penetrasi industri ICT di masyarakat, tidak hanya di daerah perkotaan tetapi juga hingga ke pelosok tanah air. Penetrasi ini juga ikut berperan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Syukri Batubara, dalam sambutannya saat acara pembukaan Indocomtech 2013, di Jakarta, Rabu (30/10/2013).

Ia menyatakan, kemudahan informasi serta transaksi ekonomi melalui dunia maya membuat roda ekonomi berputar semakin cepat. Agar perkembangan ini tetap berada di jalur positif, diperlukan regulasi yang tepat dan cepat demi mengimbangi perkembangan industri ICT yang seakan tumbuh setiap detik. “Kominfo terus berupaya mengembangkan sistem informasi yang berbasis kemampuan lokal dan berdaya saing tinggi melalui berbagai program,” ujar Syukri.

Senada dengan pernyataan Syukri, Ketua DPD Apkomindo DKI Jakarta, Nana Osay, menyatakan bahwa para pemain ICT Indonesia siap membantu pemerintah mengembangkan industri ICT lokal yang berdaya saing tinggi. “Saya berharap pemerintah bisa secepatnya membangun infrastruktur ICT lokal yang lebih maju lagi berikut dengan regulasi yang lebih pro-bisnis,” tuturnya. Dengan demikian, ia sangat yakin bahwa bisnis ICT Indonesia akan jauh lebih maju.

Indocomtech sebagai pameran yang menampilkan berbagai produk dan teknologi terbaru di bidang ICT juga ikut berperan meningkatkan industri ICT tanah air melalui kegiatan pameran yang digelar. Sebagai barometer industri ICT Indonesia, kegiatan ini memungkinkan para pelaku industri berinteraksi langsung dengan konsumen. Di sisi lain, para konsumen juga bisa melihat dan memilih berbagai produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka sehari-hari.

Pada kesempatan yang sama, Dewan Pembina Yayasan Apkomindo Indonesia selaku Penyelenggara Indocomtech 2013, Rudi Rusdiah, menekankan pada konvergensi media yang terjadi di industri ICT nasional. Hal ini terlihat dari tingginya angka penjualan smartphone atau tablet yang menggantikan peran feature phone atau telepon dengan teknologi lama yang hanya bisa digunakan untuk melakukan panggilan telepon atau menulis pesan singkat. “Saat ini, smartphone dan tablet telah menjadi perangkat wajib yang memudahkan manusia dalam melakukan berbagai aktivitas yang sebelumnya tak terbayangkan,” ungkapnya. Hal itu didukung oleh semakin berkembangnya aplikasi pada perangkat bergerak.

Data Kominfo menyebutkan, pada tahun 2010, aplikasi perangkat bergerak yang diunduh oleh pengguna di seluruh dunia mencapai 9 miliar unduhan. Di tahun 2011 angkanya telah melonjak menjadi 29 miliar unduhan. Salah satu aplikasi yang cukup potensial untuk dikembangkan adalah aplikasi permainan.

Pada ajang Indonesia ICT Award (INAICTA) 2013 lalu, dari seluruh peserta, kategori terbanyak ada di kategori games. Beberapa pengembang games Indonesia bahkan sudah berhasil menembus pasar internasional. Berkenaan dengan hal ini, Dyandra Promosindo menggabungkan pameran Indocomtech 2013 dengan Jakarta Game Show (JGS) 2013 yang menampilkan perkembangan industri games Indonesia terkini.

Pengenalan industri ICT sejak dini

Untuk lebih memajukan industri ICT tanah air, salah satu faktor yang penting untuk diperhatikan adalah sisi edukasi. Untuk itulah, dalam gelaran Indocomtech kali ini, panitia juga mengadakan kegiatan sosial dengan mengundang para pelajar untuk menghadiri pameran dan melihat perkembangan industri ICT, melalui beragam produk dan teknologi yang dipamerkan oleh para peserta. Selain itu, para pelajar juga bisa berinteraksi langsung dengan para pelaku industri melalui acara seminar yang digelar oleh panitia.

indocomtech

Kegiatan ini melibatkan sekitar 200 siswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya. Sekolah dan perguruan tinggi yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan Indocomtech Students Visit, Rabu kemarin, antara lain SMK Prisma Depok, Bina Bangsa School (BBS), Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA), Universitas Mercu Buana, dan Universitas Gunadarma.

Perwakilan dari Bina Bangsa School, Sudirman Kasim, yang ikut menemani para murid BBS dalam kegiatan ini menyatakan mereka diminta untuk mencari tahu teknologi apa saja yang dipamerkan dalam ajang Indocomtech kali ini dan membuat ulasan mengenai teknologi yang mereka temui di pameran ini. “Murid-murid kami cukup antusias menghadiri acara ini karena tidak sedikit dari mereka yang memang tertarik dengan dunia ICT. Semua yang hadir ini adalah murid yang memilih komputer sebagai salah satu minat mereka di sekolah,” ujar Kasim.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami selaku penyelenggara terhadap perkembangan industri ICT di tanah air. Kami berkomitmen untuk melakukan kegiatan sosial yang bersifat edukatif  dan semoga ke depannya akan ada lebih banyak kegiatan yang kami lakukan untuk pengunjung,” ujar Direktur Operasional Dyandra Promosindo, Bambang Setiawan, organizer Indocomtech 2013. Ia menambahkan, demi kenyamanan pengunjung, panitia menyediakan layanan free shuttle bus di beberapa titik di Jakarta dan Depok. Ke depannya, titik layanan akan diperbanyak demi memenuhi harapan pengunjung yang kerap mengalami kesulitan parkir di area pameran. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)