Implementasikan IoT Mengurangi Tunggakan Listrik Hingga Nol Persen

Pemanfaatan teknologi internet of things (IoT)  berdampak positif terhadap efisiensi dan memangkas kerugian, terutama dalam bisnis yang berbasis pelanggan. Optimalisasi IoT ini diimplementasikan oleh PT Muba Electric Power (PT MEP), BUMD penyedia utilitas yang memanfaatkan IoT berupa smart meter yang berhasil menekan tunggakan listrik pelanggan PLN di Musi Banyuasin hingga nol persen.

Seperti diketahui PT Miota International Technologi (Miota) berhasil mengaplikasikan smart meter listrik dua arah sebanyak 50.000 rumah di daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang bekerjasama dengan PLN dan PT MEP. Dengan smart meter dua arah yang diaplikasi Miota ini penggunaan listrik mudah dipantau lantaran transparansi data yang mudah diakses oleh oleh penyedia maupun pelanggan listrik.

Dampak lainnya berupa kemudahan cara bayar dan kepastian pembayaran tagihan pelanggan pelanggan, mencegah penyelewengan akses dan distribusi listrik, dan mengurangi tunggakan tagihan pelanggan. Karena sistem pembayarannya terkoneksi melalui aplikasi di piranti bergerak (mobile) yang dikelola Miota. "Melalui aplikasi Muba Listrik Pintar pelanggan dapat memantau dan mengendalikan tingkat pemakaian listrik secara harian lewat aplikasi, sehingga berdampak positif berupa berkurangnya tunggakan pembayaran," kata Direktur PT MEP, Augie Bunyamin pada keterangan tertulis di Banyu Asin, Sumatera Selatan, Senin (30/8/2021).

Augie menyatakan dari sisi pengguna, pihaknya merasakan sangat puas dalam implementasi IoT di perusahaannya, PT MEP. Karena benar-benar memudahkan serta menurunkan biaya operasional. Dan ini berakibat langsung kepada kinerja perusahaan secara keseluruhan.

"Pengalaman kami bersama-sama Miota mengimplementasikan istilahnya Utilities 4.0 untuk pelayanan listrik di Musi Banyuasin, teknologi ini benar-benar jadi solusi yang sangat bermanfaat baik bagi kami di MEP sebagai penyedia listrik maupun pelanggan kami," ujar Augie.

Manfaat teknologi ini untuk MEP maupun PLN adalah efisiensi biaya operasional y karena tidak membutuhkan pencatat meter manual, menurunkan kehilangan listrik, maupun menurunkan besaran tunggakan. "Sebelum teknologi ini kami implementasikan, besaran tunggakan di MEP mencapai  40 %, tetapi setelah penerapan teknologi ini berubah menjadi 0 %. Secara bisnis tentu ini perubahan sangat signifikan," papar Augie.

Ia berpandangan teknologi smart meter berbasis IoT ini selain dapat dipakai untuk listrik, seperti PLN secara nasional, mestinya juga dapat dimanfaatkan oleh industri di sektor utilitas dasar lainnya, seperti PDAM untuk air maupun penyedia jaringan gas. Berpijak dari praktik terbaik (best practices) penggunaan IoT di PT MEP itu maka IoT merupakan teknologi yang mampu memberikan solusi dari berbagai persoalan, baik operasional maupun bisnis. "Tetapi sepertinya awareness para eksekusif Indonesia tentang teknologi ini belum terlalu tinggi, sehingga masih membutuhkan waktu untuk belajar dan diyakinkan," sambungnya.

Augie mendengar pengalaman positif dari pemanfaatan teknologi IoT ini juga terjadi di perusahaan penyedia utillitas lainnya, seperti PLN secara nasional, maupun PDAM dan jaringan Gas di kota-kota tertentu."Sebaiknya segera menerapkan teknologi ini untuk perusahaan-perusahaan penyedia utilitas, karena teknologi IoT ini bermanfaat untuk perusahaan maupun pelanggannya," kata Augie. Pemanfaatan IoT itu seiring dengan program pemerintah yang mencanangkan revolusi industri 4.0.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)