Infrastruktur Palapa Ring Rampung 80%

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan, hingga saat ini sudah 80% infrastruktur serat optik dibangun. “Tinggal 20% dirampungkan, yakni pembangunan dari Ternate hingga Papua,” katanya. Proyek infrastruktur telekomunikasi yang disebut Palapa Ring ini ditargetkan sepanjang 36.000 km, terdiri dari tujuh lingkar kecil serat optik di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku.

palapa ring, Tifatul SembiringIa juga mengatakan, saat ini Telkom tengah menarik kabel dari Manado ke Ternate dan kemudian berlanjut ke Sorong. Bila proyek ini selesai, lanjutnya, Indonesia Connected 2012 akan terwujud dan hal ini akan meningkatkan pengguna internet di Indonesia. Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Gatot Dewa Broto, dana pembangunan infrastruktur serat optik akan disumbang dari dana universal service obligation (USO). Dana USO ini berasal dari 300 penyelenggara telekomunikasi yang terdiri dari operator jaringan telekomunikasi dan penyelenggara jasa akses internet (internet services protocol/ ISP). Setiap penyelenggara telekomunikasi menyetor 1,25% dari pendapatan tahunannya.

Namun, lanjut Gatot, hingga saat ini belum ditetapkan besaran dana USO untuk membangun infrastruktur serat optik. “Kami masih harus membuat technical guidance yang akan diturunkan dalam bentuk Permenkominfo. Ini masih jadi pekerjaan rumah pemerintah yang harus diselesaikan tahun ini,” kata Gatot.

Nantinya, technical guidance akan mengatur kebutuhan besaran dana untuk membangun infrastruktur serat optik dan kontribusi dana dari dana USO. Kemkominfo mencatat pada 2011 dana TIK yang masuk ke ranah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kemkominfo sebesar Rp1,5 triliun. Hingga akhir 2011 dana TIK 2011 yang baru dimanfaatkan sebesar 50%. “Jumlah dana ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Hampir setiap tahun tidak jauh berbeda. Pada 2012 kami menargetkan dana yang terkumpul hampir sama dengan tahun ini,” ujar Gatot akhir Desember 2011.

Di Indonesia, penggunaan internet tumbuh 21% dalam lima tahun. Saat ini sekitar 45 juta warga Indonesia menggunakan internet. Direktur Eksekutif pada Asia Internet Coalition John Ure memaparkan pada 2006 hanya sekitar 1 miliar orang di dunia menggunakan internet. Lima tahun kemudian, angka ini berlipat menjadi lebih dari 2,4 miliar, dengan pertumbuhan terbesar disumbang negara berkembang.

Senada dengan John Ure, kata Tifatul, pengguna internet di Indonesia juga tumbuh signifikan. Namun pertumbuhan pengguna internet yang mengikuti deret eksponensial sulit diikuti pertumbuhan pembangunan infrastruktur. “Pengguna internet dalam dua tahun saja sudah tumbuh signifikan, sedangkan infrastruktur tidak secepat itu,” ujar Tifatul.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)