Inovasi Digital Pegadaian di Era Disrupsi Digital

Gerai Pegadaian. (Foto : Istimewa)

PT Pegadaian (Persero) berinisiatif melakukan transformasi bisnis seiring dengan perubahan perilaku konsumen dan digitalisasi bisnis dengan membentuk berbagai program, antara lain membentuk organ pendukung bisnis perseroan, seperti Transformation Office yang dibentuk manajemen Pegadaian untuk memuluskan transformasi yang selara dengan peta jalan (road map) transformasi yang ditetapkan perseroan.

Transformation Office yang terdiri dari dua divisi, dipimpin oleh Kepala Divisi yang masing-masing yang di angkat oleh Direksi, yaitu Divisi Innovation Squad dan Divisi Project Management Office & Change Management. Fungsi dan target bisnis di setiap divisi itu untuk menyokong transformasi bisnis dan digitalisasi Pegadaian. Sebagai contoh, Divisi Innovation Squad itu antara lain bertugas membentuk tim yang solid yang mampu bergerak lincah dan fleksibel untuk merancang serta mengembangkan produk yang orientasinya berbasis kinerja.

Kepala Divisi Innovation Squad dijabat oleh Bhimo Wikan Hantoro berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 979/00028.04/2018 tanggal 1 Oktober 2018. Pengangkatan Kepala Divisi Innovation Squad telah berdasarkan pada pendidikan, pengalaman dan Keahlian yang dipersyaratkan perseroan Bhimo berkarier di Pegadaian sejak 10 Januari 2018. Peraih gelar M. Sc di Jurusan Teknik Elektro, TU Delft, Belanda ini sempat bekerja di Telin Indonesia, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, sebagai Head of Digital Portfolio di tahun 2018, dan Management Consulting di Accenture The Netherlands pada 2014.

Saat ini, Bhimo menjabat sebagai Senior VP Digital Transformation Pegadaian. Bhimo mengatakan perusahaaannya juga menerapkan model kerja yang lincah agar lebih responsif dan fleksibel terhadap perubahan yang terjadi. “Kami pun mengubah strategi pendekatan bisnis, dari yang sebelumnya product-oriented menjadi customer-focused,” kata Bhimo kepada Majalah SWA seperti dikutip SWAonline di Jakarta, Minggu (30/8/2020). Untuk menjalankan strategi bisnis ini, dibutuhkan teknologi yang mumpuni. Karena itu, Pegadaian memanfaatkan analisa big data dan berbagai piranti pendukung lainnya.

Bhimo menjelaskan transformasi Pegadaian itu mencakup pembenahan di internal dan eksternal perusahaan untuk menyempurnakan berbagai aspek, seperti fundamental organisasi, pola pikir dan budaya, dan mengimplementasikan sistem Enterprise Resources Planning (ERP) dari SAP, meningkatkan inovasi baru berbasis digital yang menjalin kolaborasi dengan sejumlah marketplace untuk memudahkan konsumen berinvestasi emas dalam bentuk tabungan. “Dengan memanfaatkan ekosistem digital, kami dapat memperluas jangkauan produk dan layanan serta segmen pasar Pegadaian secara online,” kata Bhimo

Pegadaian juga mengembangkan Gadai Online, yakni layanan yang membantu nasabah untuk menggadaikan barangnya tanpa harus datang ke gerai fisik. Dalam hal ini, Pegadaian bekerjasama dengan Go-Jek dan berencana menjajaki kerjasama dengan Grab untuk menjemput barang yang akan digadaikan. “Konsep layanan yang sudah ada sejak 2019 ini juga dapat menjadi sarana untuk meminimalkan kontak antara karyawan dan nasabah melalui pemanfaatan teknologi,” katanya.

Kemudian, layanan unggulan lainnya yakni aplikasi Pegadaian Digital Services. Aplikasi yang diluncurkan sejak tahun 2017 ini memberikan kemudahan kepada nasabah melakukan berbagai transaksi, seperti membuka rekening Tabungan Emas, Cicil Emas, Gadai Online, Gadai Efek, mengajukan pembiayaan usaha, hingga membayar tagihan.

Pegadaian telah bertransformasi menjadi sebuah organisasi modern yang ditunjang dengan teknologi digital. Transformasi yang dilakukan Pegadaian sejalan dengan perubahan perilaku dan gaya hidup masyarakat yang memerlukan layanan yang efisien, cepat dan akurat. Optimalisasi teknologi tersebut meliputi digitalisasi proses bisnis maupun memperluas saluran distribusi. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai inovasi dan transformasi digital Pegadaian, simak diskusi serial Business Leader Talk di akun Instagram @swamediainc dan @pegadaian_id yang ditayangkan langsung (live) pada Senin, 31 Agustus 2020, pada pukul 16.00 WIB, dengan narasumber Bhimo Wikan Hantoro, Senior VP Digital Transformation Pegadaian. Diskusi bertajuk Strategi Inovasi dan Transformasi Digital Pegadaian ini dipandu oleh Sri Niken Handayani, jurnalis SWA.

Reportase : Jeihan Kahfi Barlian

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)