Intel Ingin Perbanyak Pengembang Aplikasi Indonesia

Ekosistem digital Indonesia akan makin hidup. Peluangnya saja sudah terbuka lebar. Apalagi dengan diresmikannya kesepakatan antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan perusahaan semikonduktor Intel Corporation. Lewat kesepakatan ini, Intel mencanangkan program berkelanjutan guna menambah mutu dan jumlah pengembang aplikasi lokal.

Menurut Christos Georgiopoulos, Vice President, Software and Services Group Intel, momen ini tepat untuk memulai program pengembangan ekosistem digital di Indonesia. Ia melihat bahwa ekonomi digital dunia, termasuk di Indonesia, sedang membaik. “Juga karena Intel berada dalam struktur yang tepat. Dan akan berinvestasi untuk pendidikan yang sesuai, platform yang tepat, pelatihan keterampilan,” ujarnya dalam suatu wawancara tertutup (5/4).

Meski tak menyinggung besarnya dana yang digelontorkan, Intel tak hanya menyiapkan dukungan keterampilan, tetapi juga materi. “Kami akan melengkapi developer dengan produk peralatan dan perkakas yang bisa dimanfaatkan untuk belajar. Selain itu, ada bantuan teknis berupa pelatihan dan platform,” terang Georgiopoulos.

Pihaknya mengakui tidak menemui tantangan berat dalam pencanangan program ini. Mereka sudah melakukan pengembangan ekosistem digital di banyak negara, termasuk India, Cina, Brazil. “Malah persiapan di Indonesia terbilang cukup mudah dan terkoordinasi dengan baik berkat tujuan yang sama dari banyak orang,” tambah Narendra Bhandari, Director Asia Pacific Software and Software Group Intel. Namun, ini tidak menyurutkan Intel dari memprioritaskan Indonesia dalam urutan 10 besar.

Soal jumlah pengembang aplikasi yang ingin disasar, Bhandari cukup ambisius. “Kami menargetkan sebanyak pengembang yang ada Indonesia.” Pasalnya, Intel tak hanya menyasar pengembang yang sudah ada selama ini, tapi ingin memperbanyak jumlah pengembang nantinya. Ia yakin, ibu rumah tangga pun bisa menjadi pengembang asalkan kreatif.

Menurut Georgiopoulos, kunci dari program ini adalah inovasi. Maka, pihaknya berjanji tidak akan mewajibkan pengembang menghasilkan aplikasi hanya untuk Intel store. “Saya tidak akan bilang pada pengembang untuk menarget produk tertentu. Pada akhirnya, itu pilihan mereka,” simpulnya tulus. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)