Jaga Loyalitas, Autodesk Kuliahi Penggunanya

Masa kuliah adalah masa yang indah. Autodesk sadar betul hal tersebut. Tampaknya konsep inilah yang diadopsi produsen software teknik, Autodesk, dalam Autodesk University Extension. Kuliah sehari tersebut diinisiasi sebagai strategi mempertahankan konsumen loyal Autodesk.

Autodesk University Extension adalah kelanjutan Autodesk University yang digelar di Las Vegas. Indonesia boleh bangga sebagai satu-satunya negara di Asia Pasifik yang menggelar Autodesk University. Autodesk pun merencanakan kegiatan tersebut sebagai perhelatan tahunan seperti yang sudah berjalan di China, Brazil, Jepang, dan Jerman.

Acara tersebut menjaring konsumen yang menggunakan software asli besutan Autodesk seperti AutoCAD, Autodesk Maya, Autodesk Revit Architecture, dan sebagainya. Mekanismenya, konsumen menerima email dari distributor berisi tautan ke halaman pendaftaran. Di halaman tersebut konsumen mendaftar dengan memasukkan detil produk dan distributor. Dengan mekanisme tersebut, hanya pengguna software asli yang bisa mengikuti Autodesk University.

“Autodesk University Extension bertujuan membawa Autodesk University yang sudah terbukti sebagai ajang belajar dan memperluas jaringan ini ke Indonesia,” papar Achirul Djamal, Country Director Autodesk di Indonesia.

Menyedot 400 ahli desain dari berbagai perusahaan, Autodesk University dibagi menjadi 4 fokus industri. Keempat fokus tersebut adalah industri infrastruktur, otomotif, sumber daya alam (minyak, gas, kelapa sawit), dan industri bangunan. Masing-masing fokus industri diikuti 100 peserta dan diisi 4 pakar solusi Autodesk. Para peserta mendapat sertifikat dari Autodesk yang berguna untuk perkembangan karier mereka.

“Kami gunakan istilah “university” karena universitas itu kan tempat riset, banyak orang meneliti, banyak pelajar yang oprak-aprik (membedah teknologi). Banyak hal yang berguna bagi perusahaan, terutama R&D. Banyak produk baru lahir dari universitas juga,” kata Achirul kepada SWA Online.

Ia menambahkan, banyak kesempatan bisnis yang bisa diperoleh peserta Autodesk University. Autodesk tidak hanya memberi pelajaran, tetapi dapat masukan juga dari penggunanya. “Interaksi seperti itu jadi masukan buat kami. Kami sampaikan experience itu ke R&D, R&D pusat akan melakukan perbaikan,” lanjut Achirul.

Gianluca Nicholas Lange, AEC Industry Manager dari Autodesk ASEAN mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan kembali menyelenggarakan seminar khusus membahas return on investment untuk pengembang real-estate. Mereka akan menunjukkan berapa besar uang yang bisa disimpan dengan menggunakan teknologi 3D dari Autodesk. Ia pun yakin dalam 2 tahun ke depan adopsi teknologi 3D akan tumbuh double digit. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)