Joox Menggali Bisnis Musik dengan Aplikasi Streaming

Joox Menggali Bisnis Musik dengan Aplikasi Streaming

Industri musik merupakan salah satu industri yang sangat menjanjikan. Munculnya berbagai aplikasi player dan streaming membuat banyak developer melirik pasar ini. salah satunya adalah Tencent sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang media, entertaimen, dan internet.

Perusahaan asal China ini mengeluarkan Joox, yaitu sebuah aplikasi media streaming yang bisa dinikmati kapan saja dan di mana saja. Menurut Benny Ho, Director of Business Development of Tencent, pasar musik merupakan pasar dengan market yang besar. Menurutnya, semua orang dari segala gender dan usia suka mendengarkan musik, kapanpun di manapun.

JOOX - Girindra Prabowo, Benny Ho, Ventaa Resmana, Yovanita Cicilia (lor...

(ke-2 dari kiri) Benny Ho, Director of Business Development of Tencent

Tak heran bila banyak developer yang berlomba-lomba membuat berbagai aplikasi. Namun, menurut lulusan California University jurusan art in architecture ini, mendekati pasar harus dilakukan dengan cara yang berbeda, salah satunya dengan menggandeng berbagai label musik. Seperti Universal Music, Warner Music, Musica Studio, dan Trinity Production.

Hal ini dilakukan agar aplikasi ini bisa menghadirkan berbagai musik legal dan tak hanya berfungsi sebagai pemutar lagu saja. User juga bisa streaming dan mendownload lagu-lagu secara offline, namun tentunya setelah menjadi pengguna VIP. Hal ini dilakukan mengingat tingginya tingkat pembajakan music di dunia, sehingga dengan adanya fitur ini, semua music yang dimainkan bisa dipastikan legal.

Selain itu, aplikasi ini juga dilengkapi dengan encrypted technology sehingga hanya bisa dimainkan di satu device saja. Ini tentunya akan menguntungkan bagi para pemain di industri musik, salah satunya adalah para seniman musik itu sendiri. Oleh karena itu Benny berharap bahwa label music dapat mempromosikan artis sekaligus aplikasi Joox.

Adanya aplikasi ini akan semakin memudahkan para seniman dalam memperkenalkan karya mereka. selain itu pria yang meraih gelar Master Arsitektur di Harvard University ini juga melengkapi koleksi mereka dengan memasukkan berbagai konten lokal.

“Kami sudah masuk ke Hong kong dan Malaysia, di sana kami memasukkan banyak konten lokal mulai dari artis hingga lagu. Tim kami juga bekerja sangat keras dalam memilih konten tersebut,” ujar pria yang pernah menjadi Managing Director dan Co-Founder Rocet Internet Gmbh.

Tak heran bila aplikasi ini mampu menempati urutan pertama di App store dan Google Play Store. Oleh karena itu, ia sangat berharap mampu menjaring banyak user di Indonesia, mengingat Indonesia menjadi salah satu target utama mereka. Indonesia memiliki 25 juta penduduk dengan penetrasi internet yang sangat cepat cepat. Penetrasi ini selalu bertumbuh positif setiap tahunnya.

Aplikasi yang dilengkapi dengan editor’s pick, offline play, dan timer ini memberikan free vip access selama 30 hari bagi para user yang login dari Facebook, Wechat, dan gmail. Menurutnya ini merupakan salah satu strategi Joox dalam menggaet lebih banyak user.

Ia pun cukup yakin bahwa aplikasi ini akan banyak diminati karena dukungan berbagai companies label di Indonesia. Namun meski begitu ia menolak untuk mengungkap berapa omset aplikasi ini. menurutnya aplikasi ini baru diluncurkan tahun lalu, sehingga usianya masih tergolong muda untuk menyebutkan omset.

“Kami memastikan bahwa baik desain maupun teknologinya sangat bagus. Encrypted musik kami berfungsi untuk memproteksi para label rekaman dan aplikasi ini juga juga di personalized oleh user. Kami yakin pasar ini belum memiliki kompetitor sehingga peluang kami amatlah besar,” dia menegaskan. (EVA)

# Tag