Jurus Norhizam Tingkatkan Perfoma Intel di Indonesia

International Data Corporation (IDC) mencatat penjualan personal computer (PC) di Indonesia tahun lalu mencapai 6 juta unit. Tingginya penjualan PC setiap tahun, menempatkan Indonesia sebagai pasar yang empuk bagi produsen komputer, tak terkecuali bagi Intel, perusahaan semikonduktor terbesar di dunia. Untuk memacu performa, produsen manufaktur prosesor asal Amerika Serikat tersebut menunjuk Norhizam Abdul Kadir sebagai Assistant Chief of Representative for Marketing Intel Indonesia guna menjalankan empat strategi bisnis tahun ini. Apa saja?

Pertama, gencar menjalankan kampanye pemasaran (marketing campaign) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran merek. Target dari kampanye ini adalah first time buyer (pembeli pertama). Kampanyenya dalam bentuk kerja sama dengan vendor komputer seperti HP, Acer, Asus, Dell, berpatisipasi dalam pameran teknologi, dan menciptakan kegiatan tematik “Warnai Hidupmu” dengan menggandeng beberapa tokoh yang akrab dengan dunia teknologi.

Meski bermodel B to B, kami tidak ingin terlihat kaku dan hanya mengandalkan strategi pemasaran dari para vendor. Jika kita turun ke lapangan, bertemu dan memberikan edukasi ke konsumen secara langsung, bukan tidak mungkin penetrasi penjualan komputer di Indonesia semakin meningkat, dan itu berdampak pada peningkatan bisnis kami di sini, “ ujar putra asal Malaysia yang didapuk sejak setahun lalu.

Dengan banyaknya kampanye yang digelar, pihaknya yakin penetrasi penjualan PC bisa di atas 20-25% bahkan lebih setiap tahun. “Jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, Indonesia adalah anak emas kami. Makanya, kami getol menyelenggarakan acara dan inovasi-inovasi,” tambahnya.

Kedua, menggandeng institusi pemerintah, perusahaan telekomunikasi dan panel ekosistem. Kerja sama ini bertujuan untuk menyadarkan pentingnya teknologi bagi kehidupan. Acaranya dalam bentuk roadshow ke 12 kota kecil seperti Pekalongan, Jember, dan lain-lain. “Kami ingin membangun customer experience dari kerja sama ini, “kata ekskeutif yang lebih akrab disapa Hizam itu.

Agar penetrasinya makin tinggi, Intel membesut acara “Intel Teach” yang mengedukasi 50.000 guru di kota kecil agar melek teknologi, memodernisasi proses pengajaran dan pencarian informasi.

Tak ingin melepas dominasinya di Indonesia, Intel juga menciptakan teknologi terbaru bernama “Ultrabook”. Untuk itu, Intel sudah mengandeng beberepa vendor besar seperti Acer. Kelebihan Ultrabook antara lain : daya tahan baterai yang lebih lama, responsif, dan merupakan sebuah produk untuk aktifitas mobile. “Saat ini kami menguasai 80% pasar di Indonesia. Makanya, kami bukan hanya ingin dikenal sebagai penjual teknologi ke vendor komputer, but we are enabler. Kita menjual dan menciptakan pemasaran untuk mendukung penetrasi penjualan sehingga goals kita tercapai, “ ujarnya dengan logat Melayu yang masih kental.

Tanggungjawab serta fokusnya saat ini adalah melihat potensi pasar dan mengolaborasikannya dengan program-program pemasaran. Bukan hanya untuk pihak mitra, ia juga dibebani amanat agar bisa mendekatkan merek dengan masyarakat. “Daya beli masyarakat Indonesia sudah meningkat tajam, inilah opportunity buat kami,” kata pria yang sudah sepuluh tahun bekerja di Intel Malaysia dan Singapura. (Ario Fajar/EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)