Kaspersky : 99% Ancaman Mobile Menyasar Perangkat Android

Bagi pengguna gadget berbasis Android harus berhati-hati. Pasalnya, Kaspersky Lab, vendor solusi keamanan untuk pengguna endpoint, menemukan 99% ancaman mobile menyasar platform Android sebagai target serangan dan sisanya menyerang Java dan ponsel pintar berbasis Symbian.

Costin Raiu, Global Research & Analysis Team Kaspersky Lab

Tahun 2012 menjadi tahun kedua di mana Kaspersky melihat pesatnya pertumbuhan malware Android. Temuan menunjukkan, dari hanya delapan program jahat unik baru pada Januari 2011, jumlah temuan malware Android pada 2011 secara rata-rata per bulan naik menjadi lebih dari 800 sampel. Pada 2012 Kaspersky Lab rata-rata mengidentifikasi 6300 sampel malware mobile baru per bulan. “Secara keseluruhan, pada 2012 jumlah sampel jahat Android yang berhasil diketahui meningkat lebih dari delapan kali lipat,” urai Costin Raiu, Global Research & Analysis Team Kaspersky Lab.

Mayoritas malware Android bisa dibagi ke dalam tiga kelompok utama berdasarkan fungsionalitas. SMS Trojan menguras akun para korban dengan cara mengirim SMS ke nomor premium. Backdoor memberikan akses ilegal atas smartphone dan memungkinkan penginstalan program jahat lain atau pencurian data personal. Spyware mengumpulkan data pribadi seperti alamat dan password (atau di beberapa kasus mengumpulkan foto pribadi). Pada paruh pertama 2012, Backdoor, SMS Trojan dan Spyware secara keseluruhan menyumbang 51% dari seluruh malware Android baru yang ditemukan.

Menurutnya, dalam daftar Top 10 malware Android yang diblokir oleh Kaspersky Mobile Security atau Kaspersky Tablet Security, SMS Trojan adalah malware yang paling luas penyebarannya sementara aplikasi yang menampilkan iklan yang tidak diinginkan berada di tempat kedua. Trojan dengan penyebaran yang lebih sedikit namun lebih membahayakan adalah mobile banking Trojan yang biasanya bekerja berbarengan dengan Trojan desktop.

Platform Android memungkinkan penginstalan software dari sumber yang tidak terpercaya dan salah satu cara terbaik untuk menginfeksi komputer adalah dengan menginstal program dari situs yang mencurigakan. Namun, malware pada platform distribusi aplikasi resmi Google Play adalah tren baru yang dimulai pada 2011 dan berlanjut di 2012, meskipun Google telah melakukan usaha terbaik untuk mengurangi kegiatan penjahat cyber. “Salah satu contoh paling tidak biasa dari mobile malware pada 2012 adalah aplikasi ”Find and Call yang berhasil menyusup ke Google Play store serta ke store aplikasi Apple,” pungkasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)