Kaspersky Lab: Kejahatan Cyber Semakin Mengancam Pengguna Perangkat Mobile

Di tengah kondisi dunia yang nyaris tanpa batas, penggunaan teknologi semakin mengalami perkembangannya. Inovasi-inovasi terbaru dengan mudah ditemui pada perangkat-perangkat teknologi yang beredar luas di tengah masyarakat. Kreativitas tanpa batas melahirkan berbagai macam kemudahan. Tak hanya kemudahan dalam mengakses segala informasi, hal ini pun melahirkan berbagai macam ancaman.

Hari ini, pengguna perangkat teknologi dan informasi sudah tidak asing lagi dengan segala macam ancaman terhadap perangkat teknologi kegemarannya. Ancaman terhadap konektivitas dan segala kecanggihan teknologi, semakin hari semakin mengalami perkembangan. Tidak hanya virus dan malware, kini phising (suatu upaya untuk pidana dan menipu mendapatkan informasi pribadi) pun menjadi suatu ancaman serius yang terus mengintai pengguna internet di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Kaspersky

Bahkan yang paling terbaru, kejahatan-kejahatan cyber seperti tersebut diatas, tidak hanya mengintai perangkat-perangkat internet secara umum. Kini, kejahatan cyber tersebut pun mulai mengancam para pengguna smartphone dan perangkat mobile lainnya. Hal tersebut seiring dengan pertumbuhan pengguna perangkat mobile dan smartphone yang terus bertambah.

“Para penjahat cyber semakin pandai memanfaatkan berbagai peluang yang ada untuk melakukan aksi mereka. Rata-rata pengguna smartphone juga mengakses internet melalui perangkat yang mereka miliki. Hal ini semakin memperbesar peluang penjahat cyber untuk menginfeksi perangkat pengguna,” ucap Dony Koesmandarin, Business Development Manager Kaspersky Lab Asia Tenggara untuk Indonesia. Hal tersebut Dony sampaikan saat bincang-bincang dengan wartawan di Jakarta, Kamis (25/7/2013).

Dalam kesempatan itu juga disampaikan adanya peningkatan modifikasi baru program berbahaya yang menyasar perangkat mobile. Dalam kuartal pertama tahun ini saja, tercatat ada 22.750 modifikasi baru program berbahaya yang menyasar perangkat mobile. Jumlah ini hampir dari setengah total jumlah modifikasi pada tahun sebelumnya yang tercatat mencapai 40.950 modifikasi.

Sementara itu, laporan terbaru Kaspersky Lab menyatakan jumlah pengguna internet yang menjadi korban serangan phising dalam 12 bulan terakhir meningkat dari 19,9 juta pengguna menjadi 37,3 juta pengguna, melonjak sebanyak 87%.

Facebook, Yahoo, Google, dan Amazon menjadi situs-situs yang paling sering digunakan oleh para penjahat cyber untuk mengelabui pengguna internet. Survey yang dilakukan pada Juni 2013 ini, dengan mengambil data dari layanan awan Kaspersky Security Network, menunjukan bahwa phising, yang awalnya hanyalah bagian dari spam, kini telah menjelma menjadi ancaman cyber tersendiri dan tumbuh dengan pesat.

Untuk mengatasi segala ancaman cyber yang semakin berkembang, Dony menegaskan pentingnya kesadaran para pengguna perangkat akan pentingnya penggunaan anti virus yang tepat dalam usaha menghadang datangnya segala ancaman cyber. “Kaspersky menawarkan segala solusi dalam mengatasi hal ini,” ujar Dony.

Kecermatan dalam menggunakan perangkat tersebut juga disebut Dony merupakan tuntutan yang harus dipenuhi para pengguna perangkat mobile jika ingin terhindar dari segala kejahatan ataupun ancaman cyber.

“Bagaimanapun juga, tidak ada anti-virus dari vendor manapun yang dapat menjamin 100% untuk membebaskan suatu perangkat untuk tidak terkena ancaman cyber. Sisanya tetap kembali pada kesadaran, kecermatan, serta kecerdasan pengguna dalam menggunakan perangkatnya,” sambung Dony. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)