Kebutuhan Belajar Online Meningkat, Quipper Sedia 20 Ribu Kelas Jarak Jauh

Pembatasan interaksi fisik yang diberlakukan oleh pemerintah berdampak kepada rutinitas seluruh masyarakat, termasuk siswa di Indonesia. Beberapa lembaga pendidikan di daerah tertentu yang terkena dampak COVID-19 mulai menerapkan sistem belajar jarak jauh untuk mencegah terjadinya penyebaran COVID-19 di beberapa wilayah.

Pemanfaatan aplikasi belajar online menjadi solusi bagi para sekolah yang mulai menerapkan sistem school from home. Quipper sebagai salah satu perusahaan edutech di Indonesia, menyediakan sistem dan materi pembelajaran online secara gratis untuk guru dan siswa yang terkena dampak dari penutupan sekolah dikarenakan penyebaran COVID-19 di Indonesia. Guru dan siswa akan dapat mengakses lebih dari 10.000 video dan 75.000 soal yang mencakup materi kelas 9 – 12.

Juwana Agung Prabowo, Kepala sekolah SMAS Kristen Nasional Anglo Lippo Cikarang, menjelaskan tentang bagaimana aplikasi Quipper dapat diimplementasikan secara maksimal sejak adanya pemberitahuan pemerintah untuk memulai kegiatan belajar mengajar dari rumah. Sejak tahun 2017 SMAS Kristen Nasional Anglo sudah menggunakan Quipper School yaitu platform sekolah digital tanpa biaya di,mana guru dapat memanfaatkan fitur LMS (learning management system) Quipper untuk mengirim dan mengelola materi pembelajaran, ujian, serta nilai siswa. Sehingga memungkinkan guru untuk mengajar secara jarak jauh.

“Terkait adanya himbauan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar di rumah, para guru di SMA kami sangat terbantu dengan ketersediaan fitur-fitur yang ada pada aplikasi Quipper. Para guru di SMA kami saat ini sudah membuat rencana materi apa saja yang akan diberikan kepada siswa, baik itu latihan soal maupun tugas untuk membantu siswa dalam persiapan ujian nasional nanti. Selain itu para guru juga sudah mulai memonitor perkembangan nilai siswa melalui tugas-tugas yang diberikan setiap harinya secara cepat dan akurat,” tambah Agung.

Kebutuhan guru terhadap platform LMS seperti yang dimiliki Quipper School dalam beberapa waktu terakhir terus meningkat seiring dengan semakin bertambahnya sekolah yang meliburkan siswa-siswinya. Ruth Ayu Hapsari, Business Development Manager Quipper Indonesia, menyebutkan jika saat ini sedang terjadi lonjakan signifikan dalam penggunaan Quipper School. Ayu menyebutkan jika kenaikan penggunaan Quipper School di minggu awal diliburkannya sekolah menjadi kenaikan tertinggi sepanjang tahun 2020.

“Dari tanggal 14 Maret sampai dengan hari ini tercatat ada ribuan guru yang menggunakan Quipper School setiap harinya, dan menurut prediksi kami kenaikan ini akan terus terjadi seiring bertambahnya sekolah yang menerapkan sistem belajar dari rumah. Apalagi dengan diberikannya akses gratis materi pelajaran, konten video, dan juga materi persiapan UN dan SBMPTN 2020 akan menjadi perhatian guru dan siswa. Selain daripada itu dukungan terhadap Quipper dari dua operator seluler besar yaitu Telkomsel dan Indosat Ooredoo turut mendorong kenaikan dari penggunaan Quipper School," ujar Ayu.

Ayu juga menambahkan, terhitung mulai tanggal 15 Maret 2020, sudah ada 20.000 kelas online yang telah dibuat oleh para guru, dengan total pengguna mencapai 8.683 guru dari 4.492 sekolah di seluruh Indonesia yang mendaftar melalui aplikasi Quipper School. Selain itu selama masa pengaplikasian sekolah dari rumah dan penggunaan Quipper School siswa terlihat aktif belajar, secara kumulatif sekitar 10 juta soal yang telah dikerjakan oleh seluruh siswa terdaftar dalam periode seminggu ke belakang. Hal tersebut tentunya tak lepas dari kerjasama antara Quipper dengan pihak-pihak lain yang juga sama-sama ingin mendukung pemerintah dalam memaksimalkan kegiatan belajar mengajar untuk siswa.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
Quipper

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)