Kebutuhan IT seperti Sakit Gigi

Hingga kini, masih banyak pelaku usaha yang beranggapan bahwa Information Technology (IT) Consulting merupakan kebutuhan mewah, karena dibutuhkan biaya tambahan. Padahal, mereka tidak menyadari berapa banyak pemborosan waktu, SDM dan biaya yang telah terjadi ataupun berpotensi akan terjadi, di mana nilainya bisa jauh lebih besar. Pemahaman ini memerlukan waktu dan biasanya tetap sulit diterima apabila masih dianggap utility (bukan business enabler).

Sebagaimana jasa arsitektur, dibutuhkan dalam perencanaan pembangunan gedung bertingkat, semakin besar ukuran gedung yang dibangun, maka semakin kompleks pula hal-hal yang harus dipertimbangkan dan direncanakan dengan matang agar pada saat pembangunan usai, gedung tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal dengan investasi yang tepat guna.

Multipolar-gathering
“Tanpa perencanaan, monitoring & evaluasi yang tepat, tentunya return of investment dari investasi yang telah dilakukan tidak dapat diukur dengan tepat,” jelas Halim D. Mangunjudo, Consulting & Enterprise Business Director PT Multipolar Technology Tbk.

Dengan prinsip yang serupa, jasa IT Consulting dibutuhkan dalam perencanaan sistem TI dalam suatu perusahaan. Semakin besar dan kompleks proses bisnis suatu perusahaan, maka jasa IT Consulting semakin dibutuhkan untuk membantu memberikan arahan bagi perencanaan pembangunan dan pengembangan dari investasi TI yang dilakukan perusahaan.

Mengapa IT masih dianggap cost oleh perusahaan, ‎bukan sebagai investasi jangka panjang? “Penempatan IT sebagai utility berakibat kepada hal ini. Apabila diperlukan penghematan, maka IT akan menjadi kandidat pertama untuk dipangkas anggarannya. Sama seperti gigi sebenarnya, baru setelah gigi Anda bermasalah, user mulai menyadari pentingnya TI dan bahwa TI sebenarnya adalah business enabler. Di sisi lain, belum terbentuknya kebiasaan untuk secara berkala mengukur manfaat bisnis dari investasi TI yang telah dilakukan, hal mana seharusnya dapat menunjukkan bukti bahwa manfaat bisnis yang diperoleh telah melebihi/jauh melebihi nilai investasi TI yang telah terjadi,” ungkap Halim.

Hampir seluruh sektor industri dengan skala perusahaan besar sudah sangat concern dengan arsitektur TI, walau belum seluruhnya care terhadap Enterprise Architerture yang lengkap. Sementara sektor perkebunan/pertanian (contoh yang labour intensive) maupun industri menengah lainnya, masih menginterpretasikan arsitektur TI dalam skala yang kecil/minim.

Menangkap adanya kebutuhan IT Consulting, PT Multipolar Technology Tbk. (MPLT), perusahaan yang bergerak di System Integrator di Indonesia, yang menawarkan solusi end-to-end bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia. MLPT juga memiliki layanan yang kuat di IT Consulting.

MPLT fokus dengan empat layanan. Pertama, Piranti Keras dan Layanan Integrasinya, meliputi: infrastruktur jaringan, ATM, EDC, server, storage.

Kedua, Sistem Aplikasi dan Layanan Implementasinya, meliputi: aplikasi perbankan (core banking & electronic channel), solusi High Availability, solusi bisnis enterprise (ERP, HRMS, CRM), Information Management, Business Analytics, Service Oriented Architecture/SOA (Business Process Management/BPM, Application Integration), Security (Identity & Access Management, SSO), solusi Cloud (virtualization).

Ketiga, IT Consulting, meliputi: IT Governance, (IT Master Plan, Enterprise Architecture, IT Service Management), Integrated Application Acquisition & Implementation & Supervision Services, Business Resilience (Disaster Recovery Plan, Business Continuity Plan), IT Project Management Set Up, IT Project Management Outsources, IT Valuation.

Keempat, Business Process Managed Services berskala nasional dengan 100+ service point di 80+ kota di Indonesia,meliputi: Field Services (ATM Outsourcing, EDC Outsourcing, Desktop Management Services, Network Management) &IT Services (Application Services, Data Center Outsourcing).

Umumnya dalam menerapkan TI, seringkali institusi dalam suatu perusahaan bersikap reaktif terhadap kebutuhan di dalam perusahaannya, sehingga tidak melihat skala prioritas dalam kebutuhan TI nya secara global.tidak tahu/bingung harus memulai dari mana. Atau jikaKetika sudah dimelakukan implementasi mereka justru tidak paham arah pengembangan bisnisnya selama ini, serta sejauh mana implementasi yang sudah dilakukan mampu memberikan nilai investasi terbaik bagi pengembangan bisnisnya, IT Consulting dalam hal ini berperan dalam menentukan arah penggunaan TI dan valuasi-nya. akhirnya bingung apakah solusi tersebut sudah tepat dan mampu memberikan nilai investasi terbaik bagi pengembangan bisnis. Customer bersikap reaktif dan tidak menganalisa terlebih dahulu, kebutuhan mana yang perlu.

Lantas, bagaimana IT Consulting memberikan return utk bisnis? Menurut Halim, setiap pemanfaatan TI dituntut untuk dapat membawa hasil bisnis yang dapat diukur manfaatnya.

Berikut ini beberapa pertanyaan yang mampu dijawab dengan memanfaatkan Untuk itu peran IT Consulting sangat dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan berikut :dalam penerapan TI :
o Bagaimana mengawali penerapan sistem TI di suatu organisasi secara baik dan benar
o Bagaimana mengevaluasi penerapan sistem TI agar memberikan hasil yang diinginkan
o Bagaimana mengukur return on investment nya

MLPT menawarkan layanan konsultasi TI yang secara nyata mampu mentransformasikan pemanfaatan TI di berbagai perusahaan, seperti:
o Penyusunan IT Strategy/IT Governance (Tata Kelola TI), yang mencakup pembuatan Prinsip–Kebijakan–Standar – Prosedur TI
o Penyusunan IT Master Plan (ITMP) berbasis Enterprise Architecture, dimana ITMP mampu mensukseskan bukan hanya transformasi TI namun juga transformasi dari kemampuan Bisnis itu sendiri
o Layanan Independent Verification & Validation (IVV), yang difokuskan untuk mengawal proses adopsi aplikasi/solusi TI secara baik dan benar
o Pengukuran manfaat riil dari sebuah investasi TI terhadap bisnis
o Penyusunan dan pelatihan Disaster Recovery Plan (DRP)

Tim IT Consulting MLPT didukung oleh sumber daya andal yang terus menerus diasah dan dikembangkan kemampuannya. Berbagai sertifikasi IT Consulting professional yang dimiliki antara lain:
o TOGAF® 9 for Practitioners Certification
o ITIL V3 Foundation Certification
o Certified Data Center Professional (CDCP)
o IT Architecture Certification
o Project Management Professional (PMP) Certification
o Certified of Production and Inventory Management (CPIM)
o Cisco Certification for Network & Design
o Certified KPI Professional

Mengapa menggunakan layanan IT Consulting dari MLPT? “Layanan MPLT lengkap, continuity nya berkesinambungan dengan personel yang mulai dari awal penerapannya sampai kepada ROI penggunaannya. Selain itu dengan tim IT yang handal dan berpengalaman, mamp memberikan konsultasi yg fresh dan applicable,” klaim Halim.

MLPT menawarkan layanan IT Consulting yang lengkap dengan memberikan kontinuitas layanan sejak dari awal perencanaan, penerapan sampai dengan perhitungan valuasi-nya. Sebagai konsultan, MLPT membawa pengalaman dan pengetahuan yang pihak luar dengan pandangan yang fresh dapat diaplikasikan dalam bisnis dengan dukungan best practise methodology.,

MLPT juga menawarkan perspektif unik bagi bisnis dan pelaku industri guna mencapai sasaran organisasi. Didukung oleh tim yang andal dan berpengalaman, Llatar belakang dan rekam jejak MLPT yang mumpuni serta pemikiran yang inovatif, dan out of the box tentunya dipercaya akan mampu mendorong pertumbuhan bisnis dari kliennya. Konsultan MLPT yang berpengalaman akan memastikan bahwa hasil yang diinginkan oleh klien dapat tercapai, dengan mengawali rancangan proyek secara akurat dan ekstensif, sejak tahap konseptual.

Pertengahan Mei 2014, layanan IT Consulting MLPT meraih penghargaan bergengsi Top IT Consulting 2014 untuk kategori Top IT Solution, yang diserahkan dalam acara Top IT & Telco Award 2014 versi majalah iTech. Penghargaan ini diberikan atas rekomendasi dari para klien yang puas dengan layanan MLPT – mengungguli kandidat lainnya dari perusahaan IT Consulting multinasional.

Diharapkan ke depannya permintaan akan layanan IT Consulting dapat terus bertumbuh, seiring dengan meningkatnya implementasi dan pemanfaatan TI di Indonesia. Dengan demikian kinerja dan daya saing perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat meningkat dan siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)