Kemkominfo Siap Kembangkan Early Warning System

Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) dalam waktu dekat akan segera mengimplementasikan Early Warning System (EWS). Hal ini seperti yang dituturkan Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara dalam konferensi pers di kantor Kemkominfo (12/5), bahwa tiga kanal teknologi utama akan dioptimalkan dalam tiga bulan ke depan ini, yakni media online, sosial media, dan operator seluler.

rudiantara

"Nantinya akan diberitahu lewat kanal apakah itu online, media sosial, atau telepon seluler. Nantinya peringatan tersebut akan diberitahu dalam bentuk teks," kata Rudi.

Dalam mengembangkan early warning system ini, Kemkominfo meminta kesiapan dari pihak terkait, yaitu antara lain Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisiki (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Taman Nasional, hingga Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Selain itu peran serta operator seluler dalam hal kesiapan jaringan informasinya juga tidak luput dari keikutsertaannya. Pasalnya, pada sejumlah remote area, dalam hal penyebaran informasi lewat sarana telekomunikasi masih terkendala infrastruktur. "Untuk yang belum terjangkau internet, sementara diberikan dalam bentuk teks (SMS)," katanya. Namun kedepannya, Kemkominfo optimis dengan pengembangan infrastruktur di bidang telekomunikasi ke arah yang lebih baik, EWS tersebut dapat bekerja secara baik pula.

Selain itu, masih dalam hal optimalisasi EWS tersebut, Kemkominfo juga akan mengajak Twitter untuk berpartisipasi. Hal ini lantaran perusahaan sosial media tersebut memang berbasis pada lokasi, serta memiliki meta analisa yang dapat dijadikan acuan dalam aktivitas verbal di dunia maya tersebut.

Menurut Rudiantara, masyarakat bisa memfollow akun - akun yang memang sentral terkait dengan informasi aktual seputar bencana, mulai dari BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan sejumlah instansi terkait.

Adapun untuk pemusatan pemantauan informasi terkait bencana tersebut, Kemkominfo tetap akan memfokuskan pada daerah - daerah rawan bencana, seperti beberapa gunung yang sedang aktif, maupun daerah berpotensi tsunami.

Sementara itu, Andy Eka Sagya, Ketua BMKG juga melontarkan pernyataan senada bahwa peran media elektronik dalam peringatan dini bencana alam merupakan elemen krusial dalam hal penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

Menurutnya, ada 5 pilar yang memiliki peran pentig dalam keberlangsungan antisipasi bencana tersebut antara lain; pemerintah, swasta, media, perguruan tinggi, dan lembaga riset. "Media yang paling potensial disini karena yang paling cepat dalam menyebarluaskan informasi," tuturnya. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)