Kerja Sama Microsoft - HP Berikan Solusi bagi Industri Manufaktur dan Distribusi

ki-ka: Tony Prasetiantono, Meisari Hidayati, Sooho Choi, Budi Sabekti ki-ka: Tony Prasetiantono, Meisari Hidayati, Sooho Choi, Budi Sabekti

Ekonomi Indonesia ke depan masih dibayangi masalah Rupiah yang melemah karena defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan yang ujungnya adalah masalah competitiveness yang melemah. Menurut Tony Prasetiantono, Direktur Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM, hal tersebut sebabnya bermacam-macam, diantaranya karena ketergantungan pada barang primer, terlalu banyak ekspor pada barang-barang primer seperti kelapa sawit, timah, karet sementara harga jatuh. Menurutnya, solusi yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan ekspor manufaktur, sehingga penguatan industri manufaktur harus dilakukan.

Lebih lanjut, Tony  berharap pemerintah ke depan adalah pemerintah yang mendorong aspek-aspek yang mendukung competitiveness. Aspek tersebut diantaranya dapat dilakukan dengan membangun infrastruktur, meningkatan produktifitas buruh, dan juga teknologi.Perbaikan-perbaikan tersebut harus segara dilakukan karena membutuhkan proses yang tidak sebentar.

Sementara itu, menurut survei yang dilakukan Accenture, hanya 9% perusahaan menunjukkan peningkatan produksi, profit dan efisiensi tenaga kerja lebih dari 10% sejak 2011 yang disebut sebagai pemimpin manufaktur. “Para pemimpin manufaktur ini adalah mereka yang terus menjaga keunggulan dalam biaya dan kualitas layanan serta menjaga agar kegiatan operasi tetap dinamis dengan menggabungkan inovasi, kemampuan adaptasi serta penanganan risiko dalam strategi rantai pasok mereka. Sebanyak 45% perusahaan melakukan hal tersebut dengan investasi dalam bidang teknologi informasi,” ujar Sooho Choi, Managing Director Freight & Logistics Accenture Asia Pasific.

Di era berkembangnya teknologi infromasi saat ini, menurut Meisari Hidayati, Product Marketing Manager Microsoft Indonesia, ada empat megatrend yang berkembang, yaitu : social entreprise, mobility, cloud dan big data. Lebih lanjut, Budi Sabekti, Enterprise Group Presales Director HP Indonesia mengungkapkan, informasi tersebar sangat cepat dan jumlahnya terus naik dan diperkirakan mencapai mencapai 1200 exa-byte/triliun giga byte. Namun, tidak semua data tersebut benar dan dibutuhkan. Microsoft dan HP melakukan kerjasama dengan menawarkan platform data warehouse untuk memberi informasi penting dari data bisnis berukuran besar sekalipun dengan cepat, hemat biaya, gleksibel dan dapat disesuaikan dengan pertumbuhan bisnis.

Meisari mengungkapkan adaptasi terhadap teknologi dan solusi di negara berkembang seperti Indonesia memang masih terbilang kurang dibandingkan dengan Singapura. Namun, pihaknya tetap optimis hal ini masih terus dapat berkembang, termasuk pada bidang bisnis industri manufaktur dan distribusi yang sedang mereka fokuskan. Setelah menyasar industri manufaktur dan distribusi, Meisari mengungkapkan pihaknya akan menargetkan untuk industri penerbangan dan asuransi. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)