Kodingbean dan Gramedia Perluas Jangkauan Pasar Koding

(kiri-kanan) Pendiri Kodingbean, Silvanie Paulla Reagen Ciayadi, dan Yudi Yusmawan.
(Foto : Istimewa)

Kegiatan siswa-siswi sekolah di masa pandemi ini mengakselerasi transformasi digital seiring dengan diimplementasikannya kelas dalam jaringan (daring/online). Transformasi digital di sektor pendidikan ini turut memicu peluang kepada perusahaan rintisan (startup) koding (bahasa pemrogaman dasar) untuk menjalin kemitraan bisnis dan mengerek literasi pendidikan koding kepada anak-anak.

Kodingbean, misalnya, bermitra dengan Gramedia.com yang menyediakan materi ajar koding kepada anak-anak. Silvanie Paulla, CEO Kodingbean, menjelaskan Kodingbean mengamati peluang dengan adanya perubahan perilaku pembelajaran dari luring (luar jaringan/offline) menjadi daring, maka pembelajaran koding secara daring lebih diminati publik pada era pandemi ini.

Silvanie mengatakan potensi pasar koding di Indonesia sangat besar dan dinamis. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah total siswa aktif SD, SMP, SMA, dan SMK pada tahun ajaran 2020/2021 itu sebanyak 45,21 juta orang di seluruh Indonesia. “Guna memperluas jangkauan market, Kodingbean bekerjasama dengan Gramedia.com mengadakan program pendaftaran kelas koding melalui channel digital ini,” ucap Silvanie dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (8/3/2022).

Saat ini, Kodingbean telah memiliki jaringan siswa dibeberapa provinsi besar di Indonesia yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua. Jumlah customer yang telah tertarik mengikuti kelas di Kodingbean sebanyak 350 customer.

Kodingbean meyakini dengan memberikan kesempatan kepada anak–anak Indonesia untuk belajar bahasa pemrograman dasar sejak dini itu merupakan investasi yang sangat berharga untuk menyiapkan generasi bangsa yang maju dan dapat bersaing di era teknologi di masa depan. Kodingbean, akademi koding karya anak bangsa ini, memberikan kesempatan kepada anak–anak Indonesia agar dapat belajar bahasa pemrograman dasar (koding) sejak dini dan mempersiapkan mereka untuk dapat bersaing dan berinovasi di bidang teknologi.

Kodingbean didirikan di Bandung pada Oktober 2021. Pendirinya adalah  Silvanie dan koleganya, yaitu Reagen Ciayadi (Co-founder & CBO), dan Yudi Yusmawan (Co-founder & CTO). Kodingbean memiliki visi untuk mencetak bibit–bibit ungul generasi muda yang melek teknologi, inovatif, kreatif, kritis dan berempati.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)