Awas, Anak Anda Kecanduan Games dan Adiksi Pornografi!

Tidak sedikit ide bisnis berasal dari permasalahan dan pengalaman pribadi yang dirasakan. Begitu juga dengan proses terbentuknya Kakatu. Kakatu adalah salah satu aplikasi parenting yang muncul berkat permasalahan yang dialami oleh beberapa foundernya. “Robi Tanzil sebagai CTO sekaligus salah satu founder Kakatu memiliki keponakan yag kecanduan games dan gadget. Begitu pula saya yang merupakan mantan pecandu games. Selama 10 tahun lebih saya kecanduan games sampai 30 jam non stop. Sekolah dan kesehatan menurun, mencuri, berbohong dan sampai adiksi pornografi,” cerita Muhammad Nur Awaludin, CEO Kakatu dan salah satu Founder Kakatu.

20160303_144530-640x480Saat itu Nur Awaludin yang kerap disapa Mumu ini mengalami kebingungan untuk mengatasi kecanduan yang ia alami. Kesadarannya timbul ketika kedua orang tuanya meninggal. “Kejadian itu adalah titik balik saya yang membuat saya sadar dan berpikir bagaimana caranya agar saya bisa berkontribusi untuk menyelesaikan permasalahan adiksi tersebut,” lanjutnya.

Berbekal ilmu di Teknik Informatika UNIKOM, Mumu dan beberapa rekannya membuat aplikasi untuk menghindarkan anak-anak dari keanduan games dan pornografi. Menurutnya, banyak anak kecil yang sudah terbiasa dengan gadget dan memainkannya lebih dari 3 hingga 7 jam setiap harinya. Padahal anak usia 4 tahun hanya boleh memainkan gadget selama 15 menit dalam satu hari. “Saya tidak ingin anak-anak lain mengalami hal yang sama seperti yang saya alami dulu. Ketika kehilangan orang tua barulah sadar,” kenangnya.

Keunikan dari aplikasi yang didirikan pada Juni 2014 ini adalah orang tua dapat mengetahui aplikasi apa saja yang baik dan sesuai untuk anak mereka. “Jadi kami sudah filter secara otomatis aplikasi yang ada unsur kekerasan dan pornografi. Nantinya orang tua hanya tinggal memilih aplikasi apa saja yang boleh digunakan oleh anak mereka,” kata Mumu.

Berdasarkan data Yayasan Kita dan Buah Hati yang merupakan yayasan parenting bahwa saat ini ada 43 juta situs porno. Dan di Indonesia ada 95 dari 100 siswa SD sudah akses terhadap pornografi dari smartphone-nya. “Saya berharap orang tua semakin sadar akan bahaya adiksi games kekerasan dan pornografi yang mengancam anak-anak mereka. Mungkin saat ini anak mereka masih terlihat baik-baik saja. Padahal beberapa waktu ke depan baru terlihat ketika prestasi dan kesehatan anak mulai menurun akibat kecanduan ini,” lanjutya menjelaskan.

Meskipun masih terbilang baru berdiri, hingga awal tahun 2016 sudah terdapat lebih dari 500.000 orang yang menginstal aplikasi ini. dengan jumlah pertumbuhan yang terus meningkat. Strategi yang dilakukan untuk memasarkan aplikasi ini cukup unikyaitu dengan melakukan kampanye mengenai internet sehat dan baik ke beberapa kota di Indonesia. Selain itu berusaha menggandeng pemerintah,lembaga dan komunitas parenting juga dilakukan untuk membantu penyebarluasan Kakatu dan penggunaan internet sehat. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)