Kreasi Sejahtera Teknologi dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Bekerjasama Kembangkan Cyber Campus

Di tengah era informasi dan komunikasi berbasis internet, digitalisasi sektor pendidikan salah satunya di perguruan tinggi sangat penting untuk dilakukan. Karena dengan internet maka berbagai pihak di perguruan tinggi dari mahasiswa hingga para dosen dapat mengakses dan berbagi berbagai ilmu pengetahuan terkini. Karena itu, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas industri pendidikan di Indonesia, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) menandatangani kontrak kerjasama (MoU) dengan PT Kreasi Sejahtera Teknologi (KST), perusahaan teknologi informasi dan jaringan yang merupakan anak usaha dari Sejahtera Group di kantor KST di Graha Charis Siem, Jalan Tanah Abang V No. 19, Jakarta Pusat, kemarin  (27/10).

Kiri ke kanan : Daniel Simbar-Direktur Operasional PT Kreasi Sejahtera Teknologi (KTS), Yohni Hendris-Managing Director KTS, Makmur Heri Santoso- Ketua Wilayah APTISI IV A Jabar, Daulat Freddy-Bidang Kerja Sama dan Usaha APTISI IV A Jabar, Hendra Triana-Humas dan Publikasi APTISI IV A Jabar.

Mewakili dari pihak APTISI adalah Makmur Heri Santoso Ketua Wilayah APTISI IV  A Jawa Barat,  dan dari KST adalah Yohni Hendris dan Daniel Simbar selaku Direktur Pengelola dan Direktur Operasional. Melalui kerjasama ini KST dan APTISI bertekad untuk mensosialisasikan dan mewujudkan konsep mesh Wi-Fi Cyber Campus, infrastruktur Internet campus berkecepatan tinggi dan E-learning System kelas dunia diseluruh kampus Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia, yang diawali dari Wilayah IV A yang mencakup Kota dan Kabupaten Bekasi serta Karawang.

 

Melalui kerja sama ini, KST diberikan kepercayaan oleh APTISI untuk dapat mengembangkan ekosistem Cyber Campus mula-mula di 60 Perguruan Tinggi Swasta di daerah Bekasi dan Karawang. “Terlihat dari hasil riset yang telah dilakukan oleh Harvard University, bahwa kecepatan rata-rata koneksi internet per mahasiswa di lima Perguruan Tinggi terkemuka di Indonesia hanya mencapai dibawah 100kbps,” ujar Yohni Hendris, Direktur Pengelola KST dalam sambutannya usai melakukan penandatanganan.

 

Yohni lebih lanjut memaparkan, kondisi yang sangat berbeda dinikmati oleh para mahasiswa di negeri jiran, Singapura. Kecepatan rata-rata koneksi internet di perguruan tinggi di Singapura mencapai 30mbps per mahasiswa. “Karena itu, PT. KST bertekad untuk meningkatkan layanan kecepatan jaringan internet pada kampus-kampus di Indonesia,” jelas Yohni.

 

Melalui penyediaan infrastruktur mesh Wi-Fi kampus dan jaringan Internet dari PT. Kreasi Sejahtera Teknologi, setiap perguruan tinggi dapat meningkatkan rating akreditasinya. Penyediaan infrastruktur jaringan Internet telah menjadi salah satu faktor peningkatan akreditasi sebuah perguruan tinggi yang dibahas dalam poin ketersediaan sarana dan prasana yang memadai.

 

Setelah terbangunnya jaringan infrastruktur pita lebar bagi para mahasiswa, PT. Kreasi Sejahtera Teknologi akan melanjutkan pengembangan ke arah E-learning di setiap kampus di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan kemudahan akses internet dan digital tools lainnya di setiap perguruan tinggi di Indonesia. “Jaringan yang berkecapatan tinggi dan stabil sangat diperlukan untuk memulai konsep kampus digital dengan menerapkan system E-Learning yang dapat membantu mahasiswa berinteraksi dengan dosen melalui sarana digital. Mereka dapat mengerjakan tugas secara online, memiliki akses ke digital library, dan dapat melakukan pembelajaran jarak jauh melalui fasilitas video conference,” tambah Daniel Simbar, Direktur Operasional PT. Kreasi Sejahtera Teknologi.

 

KST sendiri memiliki solusi E-learning melalui produk dari prinsipalnya D2L dari Kanada. Produk E-learning dari D2L telah dipergunakan di hampir 80% perguruan tinggi di Australia, serta Universitas kelas dunia lainnya, seperti Harvard University, Singapore Management University (SMU) dan Singapore Institute Management (SIM), serta ribuan kampus berkelas dunia lainnya. “Saat ini solusi yang berdasarkan aplikasi cloud tersebut telah dihadirkan di Indonesia untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia,” Joseph Simbar, Vice President of Marketing  KST turut memaparkan.

Kiri ke kanan: Joseph Simbar- VP Marketing KST, Daniel Simbar-Direktur Operasional KST, Yohni Hendris-Direktur Pengelola KST, Makmur Heri Santoso- Ketua Wilayah APTISI IV A Jabar, Daulat Freddy-Bidang Kerja Sama dan Usaha APTISI IV A Jabar, Hendra Triana-Humas dan Publikasi APTISI IV A Jabar.

APTISI sendiri menyadari pentingnya peningkatan infrastruktur digital di Perguruan Tinggi. Karena itu pihaknya sangat antusias dan berkomitmen untuk menyuksesan kerjasama ini. “Adalah suatu kebanggan bagi kami di APTISI dapat melakukan kerjasama ini dengan KST untuk mewujudkan kampus digital, sejalan dengan visi dan misi perguruan tinggi kami serta sejalan dengan arah pemerintah Indonesia dalam mewujudkan digital learning yang kompetitif bagi dunia pendidikan di Indonesia,” ujar Makmur Heri Santosa, Ketua APTISI Wilayah IV A.

 

APTISI sendiri merupakan organisasi profesi yang beranggotakan seluruh Perguruan Tinggi Swasta dan seluruh Badan Hukum Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (BHP-PTS) di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1999. APTISI mewakili aspirasi lebih dari 3000 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia, selain berkomitmen menyusun program-program untuk memajukan PTS dan pendidikan nasional, juga memposisikan diri sebagai mitra kritis pemerintah dalam pembangunan bangsa baik yang berkaitan dengan dengan masalah pendidikan maupun masalah sosial kemasyarakat.

 

Sementara KST merupakan anak usaha Sejahtera group yang yang telah bergerak di bidang ICT di Indonesia selama lebih dari 33 tahun dan merupakan salah satu ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia. Sekaligus Sejahtera group juga adalah pemegang lisensi NAP (Network Access Point), sebagai lisensi network operator jaringan international di Indonesia. “Kreasi Sejahtera Teknologi adalah perusahaan yang menfokuskan diri di bidang pembangunan infrastruktur kampus-kampus diseluruh Indonesia dengan pola nol investasi, termasuk platform E-Learning kelas dunia yang diwakili. Kami menerapkan pola infrastructure as a service dan software as a service sebagai salah satu solusi kerjasama kami,” jelas Daniel Simbar.

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)