Kue Uang Digital Sangat Besar

Pemanfaatan mobile less cash XL-Tunai meningkat rata-rata 15% month to month. Pelanggan kartu XL yang memanfaatkan XL-Tunai juga tumbuh dua kali lipat dari sebelumnay 350 ribu pelanggan menjadi 750 ribu pelanggan. Bagaimana operator telko itu menggarap uang digital? Yessie D. Yosetya, Vice President Digital Service Delivery PT XL Axiata Tbk, menuturkannya kepada Sigit A. Nugroho:

Bagaimana tren pemanfaatan mobile cashless XL-Tunai?

Sebelumnya perlu diluruskan, bukan cashless. Tetapi lesscash. Pertumbuhannya cukup menggembirakan. Pemanfaatannya bisa tumbuh 15% month to month, secara transaksi.

XL Tunai

Berapa nilai transaksinya absolute atau nominalnya?

Sekitar 80 ribu transaksi tiap bulan. Kalau nominal, belum bisa share data.

Berapa banyak dari nasabahnya yang telah menggunakan layanan ini?

Kami tumbuh 100% dari tahun lalu. Dulu yang masih menggunakan 350 ribu pelanggan. Terakhir jumlahnya mencapai 750 ribu pelanggan. Angka ini tentu cukup menggembirakan.

Apakah ke depan mereka akan terus mengembangkan layanan ini? Mengapa? Apakah potensinya memang sangat besar?

Melihat trennya yang bagus, tentu layanan ini akan terus dikembangkan. Potensinya masih cukup besar. Uang kartal yang beredar saja ada Rp 300 triliun. Taruhlah 5-10% saja pindah ke uang elektronik, ini kan besar sekali. Kue ini sangat besar. Tidak bisa hanya digarap satu operator telko saja.

Apakah sudah mendapatkan dukungan dari Bank Indonesia untuk menyelenggarakan layanan ini?

Bank Indonesia telah mengeluarkan regulasi yang mengaturnya. Kami selaku penyedia layanan selalu mengikuti batasan-batasan yang diberikan oleh regulator. Bahkan kita diaudit oleh Bank Indonesia. Jadi, kami selalu mengikuti aturan yang dikeluarkan BI.

Bagaimana model bisnisnya?

Mungkin dalam waktu ke depan, bisnis ini akan memberikan kontribusi yang besar terhadap revenue perusahaan.

Apakah keuntungan yang didapat oleh pelanggan XL Tunai?

Banyak sekali manfaatnya. Pelanggan bisa mengirimkan uang dan tempat penarikannya yang sangat fleksibel.

Seperti jaminan keamanan bagi pelanggan mereka ketika memanfaatkan layanan tersebut?

Nah ini yang perlu disampaikan ke masyarakat. Seringkali timbul pertanyaan, bagaimana kalau handphone-nya hilang? Bagaimana kalau kartunya tidak bisa digunakan lagi? Kami sudah siapkan itu semua. Bahkan kalau hp-nya hilang. Pelanggan bisa datang ke XL Center. Dengan mengikuti prosedur-prosedur seperti kartu identitas, atau daftar lima nomor yang paling sering dihubungi dan lainnya. Kami akan memberikan kembali dengan simcard yang baru dengan nominal yang sama saat HP pelanggan itu hilang.

Semua transaksi XL Tunai menggunakan PIN atau token?

Iya. Setiap melakukan transaksi ada penggunaan generate token maupun unique token. Dan juga menggunakan PIN. Jadi, kemungkinan saldo disalahgunakan sangat kecil.

Apakah XL bekerja sama dengan pihak lain (sebagai merchant misalnya)?

Kami kerja sama dengan Alfamart dan membina agen-agen. Jumlahnya saat ini sekitar 10.000-an. Ini memudahkan pelanggan untuk melakukan transaksi. Kami juga punya program seperti pembelanjaan di e-commerce. Saat ini XL Tunai sudah bisa digunakan berbelanja di 41 site e-commerce. Ke depan, kalau tidak salah juga akan kerjasama denga Campina. Artinya, kita berikan bermacam benefit pada pelanggan.

Apakah layanan ini tidak tergerus tren perbankan yang sekarang juga menyelengarakan layanan e-money (digital money)? Seperti apa strategi bisnis yang dijalankannya?

Kami tidak melihat perbankan sebagai kompetitor. Justru kita berkolaborasi dengan perbankan. Operator telko memiliki subscriber, jaringan, infrastruktur yang luas. Sementara perbankan memiliki know how, bisnis proses, compliance yang tidak dimiliki telko. Kita kolaborasi untuk bersama-sama menggarap pasar ini. Seperti saya bilang tadi, kuenya sangat besar. Dimakan sendiri juga tidak habis. Makanya kita perlu kolaborasi dengan perbankan. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)