Lintasarta: Inovasi Teknologi Dukung Kebangkitan Brand Nasional

Kebangkitan brand-brand lokal Indonesia dalam peta persaingan dunia usaha di Indonesia perlu didukung oleh inovasi teknologi yang tepat. Hal ini disampaikan secara tegas oleh Gidion Suranta Barus, VP VAS Commerce Lintasarta dalam kegiatan “ICT Knowledge for Journalist”. Cloud Computing dianggap sebagai teknologi yang mampu membuat ICT menjadi lebih rasional terhadap bisnis, karena dapat mendukung inovasi bisnis tanpa menggunakan biaya yang besar, meminimalkan risiko dan mendukung kelincahan usaha. “Dengan cloud computing mampu meningkatkan efisiensi biaya perusahaan hingga 26%,”ujar Gidion.

Di tengah semakin menariknya pasar Indonesia dengan jumlah kelas menengah lebih dari 131 juta jiwa, invasi pelaku-pelaku bisnis asing semakin marak di dalam negeri. Apakah pemain lokal (pemilik brand-brand lokal) memiliki kesempatan untuk ikut menjadi raja di negeri sendiri? Menilik buku “Market Your Way to Growth: 8 Ways to Win” karangan Philip Kotler, terdapat beberapa cara untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis antara lain meningkatkan market share, membuat basis pelanggan yang loyal, mengembangkan brand yang tangguh, inovasi produk & layanan, serta bermitra dengan berbagai pihak untuk pengembangan bisnis.

(ki-ka) Gidion Suranta Barus,VP VAS Commerce Lintasarta dan Sonik Primiarti, Manager Corporate Communication Lintasarta sedang melakukan teleconference dengan media di 8 kota

Gidion menambahkan, kata kunci sukses dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis adalah kecepatan dan flexibilitas. Persaingan yang ketat membuat perusahaan harus cepat mengambil keputusan Bisnis, kapan produk baru harus diluncurkan, di- improve atau bahkan ditarik dari pasar. Flexibilitas menyangkut kepada adaptasi perusahaan terhadap perubahan Bisnis yang terjadi dalam pasar.

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang cepat & flexible, maka paradigma IT sudah harus bergeser dari IT sebagai cost center, menjadi IT sebagai strategic business partner”, ujar Gidion.

Cloud Computing Kunci Sukses Pengembangan Bisnis

Penelitian yang dilakukan Lintasarta dan mitra menyatakan bahwa dengan implementasi cloud computing, sebanyak 50% perusahaan menyatakan dapat mengurangi biaya operasional, 20% perusahaan menyatakan flexible dalam menghadapi perubahan bisnis yang cepat, 20% perusahaan menyatakan lebih berfokus pada core business tidak hanya IT, 10% perusahaan menyatakan dapat mengubah capex /capital expenditure (investasi) menjadi opex/operational expenditure (biaya sewa).

Lebih lanjut di tahun 2014, 90% korporasi akan mengizinkan penggunaan personal device oleh karyawan sebagai akses dalam bekerja, melalui teknologi cloud computing yang dikenal dengan BYOD (Bring Your Own Device).

Ditanya mengenai sektor Industri apa yang sudah mengimplementasikan Lintasarta Cloud Services? Gidion menjelaskan beberapa perusahaan finance, manufaktur dan trading sudah mengimplementasikan Lintasarta Cloud Service. Beberapa alasan perusahaan tersebut implementasi cloud adalah mendukung pengembangan bisnis melalui ICT, solusi Business Continuity Plan dan pembaharuan dari hardware.

Lintasarta Cloud Services memiliki tagline “SAFE”, yaitu Secure, Affordable, Flexible dan Excellent. Tingkat security layanan Lintasarta Cloud Services dapat diandalkan, hal ini terbukti dengan diperolehnya sertifikasi ISO 9001:2008 untuk jaminan mutu layanan, ISO 27001:2005 dan Cloud Security Alliance untuk keamanan informasi.

Dari sisi teknologi Infrastructure as a Service (IaaS), Lintasarta menyediakan seluruh infrastruktur TI seperti fasilitas data center, storage hardware dan server. Yang semakin membuat solusi ini terasa lengkap adalah Lintasarta juga mampu menyiapkan all in dengan kebutuhan jaringannya.

Lebih lanjut Gidion mengatakan, untuk layanan cloud computing, Lintasarta membidik tiga segmen pasar. Pertama, small medium enterprise dengan biaya layanan cloud computing mulai Rp 500 ribu per bulan. Kedua, start up dengan biaya cloud computing minimal Rp 700 ribu tiap bulan. Ketiga, corporate dengan layanan private cloud, biayanya dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. “Pelanggan cloud computing Lintasarta terbanyak dari segmen menengah dengan biaya Rp 1 juta – 5 juta tiap bulan,” tambah Gidion. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)