Literasi Keuangan Kian Melek, Kesejahteraan Ellon Menanjak

Ellon bersama kedua puterinya. (Foto : Vicky Rachman/SWA).

Sejak Januari 2016, Ellon beralih profesi menjadi tukang ojek online Go-Jek. Sebelumnya, dia bekerja di salah satu bank swasta di Jakarta. “Saya karyawan outsourcing. Di awal tahun 2016, saya nyambi ngojek online di Go-Jek, kalau jam istirahat dan pulang dari kantor ke rumah saya ngambil order Go-Jek,” kenang Ellon melalui sambungan telepon di Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Ellon mengantar penumpangnya di seputar kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Seiring perjalanan waktu, pria asal Pangandaran, Jawa Barat ini, kepincut untuk menekuni profesi sebagai mitra pengemudi (driver) Go-Jek. Penyebabnya, kata Ellon, penghasilan yang diperoleh dari Go-Jek lebih tinggi dibandingkan gaji bulanan yang didapatkan dari kantornya itu. “Awal tahun 2017, saya full time di Go-Jek,” sambungnya. Dia menargetkan pendapatan minimal sebesar Rp 200 ribu/hari. Pria kelahiran 49 tahun silam ini bersiaga sejak jam 7 pagi untuk mengambil pemesanan (order) konsumen Go-Jek. “Sejak saya full time di Go-Jek, saya bisa mengatur waktu untuk mengantar anak pergi ke sekolah dan fleksibel mencari nafkah,” ucap ayah dari 2 puteri ini. Anak sulungnya bersekolah di SMP, sedangkan si bungsu duduk di bangku SD.

Rata-rata penghasilan harian yang diperoleh Ellon berkisar  Rp 200 ribu-Rp 350 ribu. “Rata-rata saya melayani 10 trip dalam sehari, saya dalam seminggu mengambil libur di hari Minggu saja,” ujarnya. Setiap bulannya, lanjut Ellon, pendapatanya sekitar Rp 5,6 juta hingga Rp 8-an juta. Penghasilannya itu disisihkan untuk membayar premi asuransi di Allianz untuk kedua puteri dan isterinya. “Saya juga ikut program haji di Go-Jek, biaya dipotong Rp 30 ribu per hari dari saldo saya di Go-Jek untuk cicilan tabungan haji di Permata Bank Syariah,” tutur pria berkumis ini. Cicilan ongkos haji itu, tambah Ellon, nilainya sudah mencapai Rp 12 juta per Juli ini.

Selain itu, Ellon mengikuti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Go-Jek menggandeng BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan jaminan sosial pada sektor Bukan Penerima Upah (BPU) untuk para mitra Go-Jek. Para mitra Go-Jek dimudahkan mendaftar dan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan. Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan perlindungan kerja dan akses layanan jasa keuangan bagi para mitra driver.

Agar tercatat sebagai pesertaBPJS Ketenagakerjaan, mitra driver Go-Jek mendaftar online di website khusus yang dikembangkan oleh BPJS Ketenagakerjaan dan Go-Jek. Setelah itu, para mitra driver dapat menerima jaminan sosial berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang iurannya senilai Rp 16.800 per bulan. Iuran ini akan dibayarkan melalui pemotongan otomatis saldo deposit mitra driver.

Ellon juga menyisihkan penghasilannya di tabungan pendidikan BNI yang dialokasikan untuk menyiapkan biaya pendidikan untuk kedua buah hatinya. “Saya juga berencana mencicil sepeda motor matic,” katanya. Ellon mengemukakan tingkah kesejahteraan keluarga berangsur-angsur menjadi lebih sejahtera sejak bergabung di Go-Jek. “Saya bisa mengatur jam kerja, mengatur anak-anak ke sekolah, dan membayar iuran asuransi, BPJS dan tabungan haji,” ungkapnya. Produk keuangan yang disebutkan Ellon itu tersedia di Program Swadaya Go-Jek. Program Swadaya ini, menurut Ellon, membantunya memahami serta menggunakan produk keuangan, seperti asuransi dan tabungan haji. “Jadi, saya merasa kesejahteraan saya dan keluarga semakin meningkat dengan mengikuti program Swadaya,” bebernya. Dengan demikian, Ellon kian melek tentang keuangan. Bagi pekerja informal, seperti mitra Go-Jek, literasi keuangan memang diperhatikan oleh Go-Jek, sebagai perusahaan ride hailing. Sebelunya, Nadiem Makarim, CEO Go-Jek, mengatakan program Swadaya tersebut

sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memberdayakan dan membantu sektor informal. Program Swadaya memberikan akses kepada layanan jasa keuangan, semisal perbankan dan asuransi, cicilan, diskon untuk kebutuhan sehari-hari, aksesibilitas untuk  berwirausaha yang  akan meningkatkan pendapatan keluarga, serta pelatihan berkendara. ““Selain membantu para pekerja sektor informal memperoleh penghasilan yang lebih baik dengan bergabung bersama GO-JEK, kami juga membantu mereka mengakses lembaga keuangan,” ujar Nadiem dalam pernyataan tertulis.

Ellon yang semakin melek literasi keuangan, turut mempromosikan layanan keuangan digital Go-Jek, seperti Go-Pay. Ia selalu menawarkan Go-Pay kepada konsumen Go-Jek yang menggunakan jasanya. “Saya menawarkan Go-Pay dan transaksi saya paling banyak menggunakan Go-Pay daripada tunai,” imbuhnya. Alhasil, Ellon menyabet penghargaan dari Go-Jek di kategori Pendukung Inklusi Keuangan Indonesia yang diberikan Go-Jek di acara Pasar Malam Mitra Go-Jek  di Gelora Bung Karno, Jakarta, beberapa waktu silam.

 

www.swa.co.id

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)