Manfaat Mobil Listrik bagi Pembangkitan Jawa-Bali

PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), anak usaha PT PLN (Persero), menerapkan langkah-langkah nyata untuk menekan dampak negatif dari kegiatan operasionalnya. PJB mengoperasikan pembangkit listrik yang lokasinya tersebar di enam titik di Pulau Jawa, yaitu unit pembangkit Paiton, Cirata, Gresik, Muara Karang, Muara Tawar, dan Brantas. Direksi perusahaan mengimplementasikan green company untuk menekan pencemaran udara. Langkah ini merupakan upaya PJB menerapkan prinsip-prinsip green company. Caranya bermacam-macam, antara lain menggunakan mobil energi listrik.

Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PJB,  Muljo Adji A.G menyebutkan PJB menerapkan prinsip green company sejak 10 terakhir ini. Pembangkit listrik PJB di Gresik, Jawa Timur dan Muara Tawar, Bekasi, Jawa Barat menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan operasional. Muljo menyebutkan mobil listrik ini hanya mengeluarkan biaya Rp 20.570 (17 kw) untuk jarah tempuh 80 hingga100 km. Biaya itu lebih rendah apabila menggunakan kendaraan bermotor berbahan bakar fosil yang nilainya mencapai Rp 50 ribu untuk jarak tempuh 80-100 km.

PJB untuk pertamakalinya menggunakan mobil listrik di pembangkit listrik Gresik. Jenis mobil listrik tersebut adalah mobil multiguna (multi purpose vehicle/MPV) dan pick up. Mobil tersebut diproduksi oleh produsen lokal di resik. Mobil listrik jenis MPV yang digunakan di Gresik adalah mobil listrik pertama di Indonesia yang memiliki pelat nomor dan STNK. Mobil listrik ini mampu menempuh jarak 100 km dengan rata-rata kecepatan 60 km/jam. Durasi pengisian ulang energi listrik di mobil itu sekitar 6 jam-8 Jam. Pembatasan emisi karbon dari kendaraan bermotor menjadi perhatian PJB. Tak heran, penggunaan kendaraan bermotor dibatasi di lingkungan pembangkit listrik milik PJB, salah satunya di pembangkit listrik Paiton, Jawa Timur.

Penggunaan mobil dan sepeda yang hemat energi dan ramah lingkungan ini merupakan bagian dari sejumlah progam PJB memangkas emisi karbon. Sejauh ini, PJB menerapkan berbagai program green company untuk menyusutkan emisi karbon, antara lain menggunakan Sepeda Make Surya (sepeda listrik), menggunakan lampu penerang yang hemat energi atau mengoperasikan mesin pendingin ruangan yang ramah lingkungan. Di Muara Tawar, misalnya, PJB mampu menurunkan emisi karbon sebanyak 2,7 juta ton sepanjang tahun 2011 hingga 2015. “Kontribusi penggunaan mobil listrik dan Sepeda Make Surya menurunkan emisi karbon sebanyak 42,51 ton selama tahun 2011 hingga 2015, sedangkan di Paiton berhasil mereduksi emisi karbon hingga 60%,” ungkap Muljo.

Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PT Pembangkitan Jawa-Bali, Muljo Adji A.G. (Foto : Prio Santoso/SWA). Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PT Pembangkitan Jawa-Bali, Muljo Adji A.G. (Foto : Prio Santoso/SWA).

PJB ingin menjadi perusahaan listrik yang sukses menerapkan prinsip green company serta memberi dampak positif terhadap masyarakat (people), lingkungan hidup (planet) dan bisnis (profit). Mereka mengoperasikan pembangkit listrik yang ramah lingkungan dan berinovasi guna menghemat konsumsi energi di masa yang akan datang. ”Kami memperhatikan aspek lingkungan dan mengusulkan penggunaan teknologi terbaru yaitu ultra-super critical yang lebih efisien dan ramah lingkungan untuk dipasang di pembangkit,” kata Muljo.

Energi Terbarukan

PJB mengembangkan pembangkit dengan menggunakan energi terbarukan. “Kami menyiapkan energi terbarukan untuk berkontribusi di program pemerintah yang mencanangkan pemanfaatan renewable energy sebesar 25% di 2025," tutur Muljo. Ke depannya, Muljo menambahkan, pihaknya mengembangkan tenaga gelombang laut dan rumput laut di Sumenep dan Lombok. “Teknologinya dari Belanda,” ia menceritakan rencana PJB.

Masnellyarti Hilman, pengamat lingkungan dan dosen Universitas Bakrie, Jakarta menyebutkan perubahan iklim dan keterbatasab sumber daya alam akan menjadi tantangan bagi bisnis perusahaan ke depannya. Dia bilang setiap perusahaan harus konsisten berinovasi dan mengembangkan teknologi ramah lingkungan untuk menghadapi berbagai tantangan lingkungan di masa yang akan datang. Inovasi PJB adalah membangun pembangkit dari energi baru dan terbarukan (EBT). PJB membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata di Purwakarta, Jawa Barat. PLTA ini memanfaatkan aliran sungai Citarum yang dibendung di waduk seluas 6.200 ha. PLTA Cirata menjadi PLTA terbesar di Asia Tenggara lantaran kapasitasnya 1.008 MW.

Inovasi berikutnya membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Cirata berkapasitas 1 MW. PJB menggelontorkan dana Rp 26 miliar untuk membangun PLTS tersebut. Saat ini, jumlah total kapasitas daya listrik dari keenam pembangkit listrik milik PJB sekitar 6.977 MW. Aset PJB sebesar Rp 41 triliun dan mempekerjakan 2.558 pegawai. PJB membidik pendapatan di tahun 2016 sebesar Rp 32 triliun, naik 3,2% dari pencapaian tahun lalu sebesar Rp 3,1 triliun. (***)

Reportase : Sri Niken Handayani/Riset : Armiadi Murdiansah

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)