Mau Jadi Startup Tangguh, Ikuti Bekup!

Di era digitalisasi ini, perkembangan bisnis rintisan (startup) tumbuh sangat pesat. Kita sering menyaksilan silih berganti perusahaan startup ini diluncurkan. Namun, tidak semua kegiatan usaha startup berlangsung lama. Hari ini muncul startup baru, pada saat yang sama startup lain sudah tutup atau jalan di tempat. Banyak pakar berpendapat, hanya 10% saja bisnis startup yang sukses berkembang.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI (Bekraf), Triawan Munaf, menyebutkan bahwa mengacu hasil studi Forbes, sekitar 90% usaha startup gagal berkembang. Itulah sebabnya dibutuhkan pembinaan dan peningkatan dini sebelum calon pelaku usaha ini mengibarkan bendera bisnis startup secara formal.

Telkom (kedua dari kiri) Indra Utoyo, Direktur Innovation & Strategic Portfolio Telkom berbincang dengan Triawan Munaf, Kepala Bekraf (kedua dari kanan), disaksikan M Andy Zaky, Direktur Executive MIKTI (kiri ) dan Hari S Sungkari, Direktur Infrastruktur Bekraf (kanan)

Selama ini perjalanan startup banyak menemui kendala. Mereka kurang siap menjadi seorang entrepreneur sejati. Penyebabnya banyak hal, mulai dari mental founder yang kurang totalitas mencurahkan energi dan lemahnya komitmen bersama untuk pengembangan bisnis, gaya manajemen yang belum profesional, minimnya jejaring bisnis, kurangnya kepercayaan publik serta akses permodalan yang lemah. Akibatnya, di tengah jalan usaha startup ini bubar alias gulung tikar.

Berangkat dari pengalaman tersebut, Bekraf menyiapkan ekosistem pendukung bagi para pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif, khususnya startup dengan meluncurkan Bekraf for Pre-Startup (Bekup). “Melalui Bekup, kami harapkan usaha calon startup bisa terus berjalan baik ke depannya," kata Triawan saat peluncuran program Bekup di Gedung Telkom Multimedia, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Menurutnya, program ini bertujuan untuk menambah tingkat keberhasilan pre-startup pada periode awal pembentukannya dan diharapkan menjadi sebuah solusi efektif untuk mengurangi tingkat kegagalan pre-startup karena mereka sudah dibina sejak dini.

Guna menyukseskan program Bekup itu, lembaga Bekraf menggandeng PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) untuk bekerja sama memfasilitasi, membina dan mencetak para calon pelaku usaha rintisan dari nol. “Telkom sudah siap dengan ekosistem dan infrastruktur dalam mendidik para startup karena sudah berpengalaman dengan program Indigo Creative Nation,” jelas Indra Utoyo, Innovation & Strategic Portfolio Director (CISO) Telkom.

Seperti diketahui sejak tahun 2014 Telkom bersama Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) mengembangkan Digital Innovation Lounge (DILo): Creative Camp untuk mendukung program Indigo menciptakan technopreneur/digitalpreneur. DILo ini menyediakan akses digital terpadu untuk teknologi, gadget dan entertainment. Ada semacam digital class dan meet up (pertemuan) bagi pengunjung untuk belajar hal-hal terkait digital. Saat ini DILo sudah berada di 14 kota besar di Indonesia.

“Melalui program Bekup, baik Telkom maupun Bekraf ingin mengajak anak-anak muda untuk belajar sesuatu yang baru, membuat terobosan atau inovasi, dan terciptanya komunikasi pada ekosistem startup yang ada,” jelas Indra mengungkapkan harapannya.

Di Bekup, semua orang yang ingin menjadi pemilik usaha rintisan (startup) boleh mendaftar. “Masih berbentuk ide atau proposal saja juga boleh ikutan Bekup. Jadi, tidak harus sudah memiliki bisnis startup. Semua anak muda di Indonesia bisa mendaftar di 14 lokasi Digital Innovation Lounge,” Indra menambahkan.

Malahan, kata Indra, peserta Bekup ini nantinya jika berhasil tidak menutup kemungkinan akan lanjut ke program inkubasi startup dengan Sillicon Valley mindset yang diluncurkan sejak tahun 2015 oleh Telkom dan Metra Digital Inovasi (MDI). Ajang ini adalah kesempatan bagi startup digital untuk tumbuh menjadi perusahaan global bersama Telkom Group. Para startup yang berpartisipasi dapat bekerja sama dengan seluruh perusahaan di Telkom Group, bahkan memasuki pasar global melalui representatif Telkom Group International Office di 10 negara.

Penyiapan pre-startup dalam program Bekup dilakukan melalui pembekalan pengetahuan dan keterampilan teknis serta manajemen dalam membangun usaha. Tahapan program Bekup meliputi pembangunan talenta (talent development), penyiapan pendiri (founder preparation), dan pra-inkubasi (pre incubation).

Pada tahap awal, Bekraf menggelar Traning of Trainers (TOT) bagi calon mentor program Bekup dari 14 daerah di Indonesia. Melalui ToT ini, para mentor dipersiapkan untuk dapat membina dan membimbing para pre-startup di daerahnya.
Bersamaan dengan acara peluncuran program Bekup pada 3 Juni 2016, Bekraf , Telkom dan MIKTI juga menggelar workshop Manajemen Bisnis Dasar yang berguna untuk meningkatkan kemampuan manajemen pengelolaan perusahaan yang berkesinambungan.

Program ini tidak hanya diselenggarakan di Jakarta, tetapi di 14 kota di seluruh Indonesia dan akan berjalan secara berkelanjutan. Proses peluncuran sendiri diikuti oleh 10 kota (Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Medan, Makassar) yang secara paralel mulai menyelenggarakan Talent Development Program dengan dua kelas (Technical dan Business) dan diikuti 20-30 orang peserta di tiap kota.

Nantinya, target program Bekup adalah mencetak 100 tim yang terdiri dari 1.200 talenta yang siap untuk menjadi startup. “Kami optimistis target tercapat. Sebab, potensi anak-anak muda kreatif di Indonesia sangat banyak dan tersebar, untuk itu perlu upaya agar potensi-potensi tersebut dapat tumbuh menjadi industri kreatif level dunia. Bekup ini salah satu upaya Bekraf untuk mencapai mimpi level dunia tersebut, mulai dari fase awal, menciptakan bibit-bibit startup unggulan,” Triawan menegaskan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)