MED+ Bantu Sistem Pembelajaran Dunia Kedokteran

Pada peluncuran MED+, akan menyajikan modul tentang sistem kardiovaskular sebagai tahap awal. Pada peluncuran MED+, akan menyajikan modul tentang sistem kardiovaskular sebagai tahap awal.

Kecanggihan teknologi tidak hanya meliputi kelengkapan aplikasi gadget, namun juga inovasi pembelajaran pada gadget. Hal itu dibuktikan dengan munculnya MED+. Produk dari Microsoft itu merupakan aplikasi pendidikan kesehatan yang memungkinkan para mahasiswa kedokteran Indonesia untuk mempelajari anatomi, fisiologi, patologi tubuh manusia secara tiga dimensi.

Aplikasi MED+ juga akan tersedia secara khusus di tablet berbasis Windows 8.1 Acer Switch 10, serta dapat diunduh di Windows Store. Saat ini MED+ yang tersedia di Acer Aspire Switch 10 telah dilengkapi dengan Office 365, yang meliputi Microsoft Office Online (Word, Excel, Power Point, OneNote, Calendar, Outlook).

“Globalisasi serta kemajuan teknologi jnformasi saat ini membuat dunia pendidikan ahrus ikut beradaptasi. Sebagai perusahaan teknologi yang selalu menghadirkan perangkat dengan dukungan fitur dan inovasi terdepan. Kerja sama dengan VI System dan Microsoft ini untuk membekali mahasiswa ini dengan Acer Aspire Switch 10, notebook 2-in-1 yang canggih. Kedepannya, ini akan membantu mereka dalam mengakses modul ilmu kedokteran secara digital,” ujar Eko Widianto, General Manager Commercial Division Acer Indonesia.

Aplikasi MED+ terdiri atas enam modul pembelajaran sesuai standar ilmu kedokteran, yaitu sistem kardiovaskular (jantung), sistem pencernaan, sistem pernafasan, sistem reproduksi, sistem urinal, serta sistem syaraf. Dengan didukung oleh teknologi Microsoft, yaitu Windows 8.1, para mahasiswa kedokteran dapat mengakses aplikasi MED+ secara lebih cepat dan nyaman.

Windows 8.1 menjadi pilihan yang tepat karena mendukung gaya hidup yang mobile melalui beragam aplikasi, mendukung produktivitas, dan dilengkapi dengan Windows Defender untuk memastikan keamanan perangkat. Selain itu, dengan OneDrive yang tersedia, para mahasiswa kedokteran dapat menyimpan berbagai ahsil pembelajaran dan penelitiannya dengan kapasitas penyimpanan data yang tidak terbatas serta jaminan privasi yang terpercaya.

Sebagai pengembang aplikasi MED+ CEO VI System Andrey H. Hidayat mengatakan bahwa ide untuk mengembangkan aplikasi tersebut bermula dari mahalnya jenazah (kadaver) untuk mempelajari anatomi tubuh manusia. “Hal ini membatasi kesempatan mahasiswa untuk mempelajari organ manusia secara menyeluruh. Oleh karena itu, kami berpikir untuk menciptakan aplikasi yang berfungsi juga untuk mempelajari anatomi tubuh tapi secara lebih praktis, yaitu dengan pemanfaatan teknologi,” ujarnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)