Mekari Perluas Cakupan Layanan SaaS

Suwandi Soh, CEO Mekari.

Ekonomi digital Indonesia diprediksi akan mencapai lebih dari Rp1.700 triliun rupiah di tahun 2025 dan digitalisasi sektor UMKM menjadi agenda penting dimana pemerintah menargetkan sebanyak 30 juta pelaku UMKM untuk go digital di tahun 2024.

“Digitalisasi UMKM itu sangat penting, terlebih di masa pandemi seperti sekarang. Dilihat dari potensinya, sektor industri jumlahnya sekitar 4 jutaan, di mana sekitar 90% pelaku industri tersebut adalah IKM (Industri Kecil Menengah). Untuk jumlah SDM-nya sendiri dari 10 jutaan, sekitar 60% itu bergerak di IKM. Jadi yang namanya penyampaian informasi tentang digitalisasi, khususnya terkait ekonomi itu sangat penting,” ujar Gati Wibawaningsih, Ditjen IKMA Kemenperin di acara virtual Mekari Conference 2021, (1/12/2021).

Mekari Conference 2021 merupakan acara yang diselenggarakan oleh Mekari, startup penyedia layanan teknologi untuk mendukung digitalisasi operasional bisnis skala kecil dan menengah.

“Acara ini dihadiri oleh lebih dari 2.000 pelaku bisnis dan bertujuan untuk membantu percepatan adopsi teknologi bisnis melalui upaya edukasi dan knowledge sharing dari narasumber yang ahli di bidang terkait serta untuk memperkenalkan produk teknologi terkini yang dikembangkan oleh Mekari,” kata Suwandi Soh, CEO Mekari.

Mekari juga merilis studi yang berjudul SMB Pulse Index, sebuah laporan strategis yang mengukur indeks kinerja bisnis skala kecil dan menengah berdasarkan data dari platform Mekari. Laporan tersebut menunjukkan tren kondisi bisnis sejak awal tahun 2020 hingga kuartal ketiga tahun 2021. “Selama pandemi, jumlah bisnis dengan pertumbuhan positif di tahun 2021 berkurang hingga 31% untuk segmen tertentu dibanding tahun lalu,” terang Arvy Egadipoera, Chief Customer Officer Mekari.

“Namun, terdapat korelasi positif antara jumlah bisnis yang mengalami pertumbuhan dengan tingkat adopsi teknologi (seperti aplikasi akuntansi dan point-of-sale), di mana kinerja bisnis kategori tech adopter lebih baik dibandingkan bisnis yang tidak termasuk dalam kategori tersebut. Hal tersebut mengkonfirmasi bahwa digitalisasi menjadi salah satu faktor penentu agar bisnis kecil menengah dapat berkembang di tengah kondisi pandemi maupun pasca pandemi,” lanjut Arvy.

Melihat pentingnya peran teknologi dan digitalisasi terhadap pertumbuhan bisnis dan ekonomi, Mekari akan memperluas cakupan layanan yang diberikan. Selain menyediakan solusi software as a service (SaaS) untuk mendukung operasional perusahaan, Mekari juga akan mengembangkan platform untuk memberikan layanan keuangan bagi penggunanya.

“Misi kami adalah untuk mendukung pertumbuhan perusahaan skala kecil dan menengah maupun SDM di dalamnya melalui teknologi. Selama ini, misi tersebut kami wujudkan dengan menyediakan aplikasi yang berbasis langganan dengan biaya terjangkau untuk mengoptimalkan operasional di bidang SDM, akuntansi, perpajakan, dan komunikasi pelanggan. Kedepannya, platform Mekari juga akan dikembangkan untuk memberikan solusi layanan keuangan yang berbasis data baik untuk perusahaan maupun karyawan. Konsep ini kami sebut contextual financial services,” tutur Suwandi.

Layanan keuangan yang ditujukan untuk karyawan mengusung konsep earned wage access, di mana karyawan tidak harus menunggu tanggal gajian untuk menerima upahnya. Upah tersebut bisa didapatkan sesuai dengan jumlah hari kerja yang sudah dijalani. Solusi ini merupakan bagian dari aplikasi Mekari Flex dan akan resmi diluncurkan di Januari 2022 mendatang.

“Dengan fitur earned wage access dari Mekari Flex, karyawan dapat mengakses gaji tunai lebih awal tanpa dikenakan bunga seperti pinjaman pada umumnya, karena uang tersebut memang sudah menjadi hak karyawan. Gaji tersebut akan diproses oleh Mekari dan nantinya akan dipotong di periode payroll berikutnya,” jelas Jansen Jumino selaku Head of Financial Services Mekari.

Di sisi lain, Mekari juga akan mengembangkan layanan keuangan bagi perusahaan, yaitu solusi cash management serta solusi pembayaran digital. “Solusi cash management yang akan kami terapkan akan memudahkan perusahaan dalam mendapatkan akses pembiayaan, karena proses manajemen kredit sudah berdasarkan data faktur penjualan dan data pembukuan online yang real-time di dalam platform akuntansi Mekari,” terang Jansen.

Untuk layanan digital payment, proses transaksi bisnis juga akan menjadi jauh lebih mudah dan aman. “Perusahaan dapat menerima pembayaran dengan lebih cepat melalui invoice digital dan otomatis terkoneksi dengan platform akuntansi Mekari. Selain itu, perusahaan juga dapat melakukan transaksi keluar langsung dari platform Mekari, termasuk pembayaran ke berbagai rekening bank penerima sekaligus dalam satu proses transaksi yang sama (batch payment). Solusi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat untuk pelaku bisnis dalam menjaga arus kas perusahaan, mengurangi beban pekerjaan manual untuk mencatat setiap transaksi karena sudah terotomasi, serta mengurangi resiko fraud seperti modus bukti transfer yang palsu yang banyak terjadi,” lanjut Jansen.

Mekari berkomitmen untuk selalu menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi SDM dan pelaku bisnis skala kecil dan menengah. Mekari juga akan terus mengembangkan fitur dan produk baru untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu menjadi platform yang dapat memberikan nilai tambah yang terbaik dari pemanfaatan teknologi sehingga SDM dan perusahaan di Indonesia dapat memaksimalkan peluang besar dari pertumbuhan ekonomi digital.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
Mekari SaaS SDM

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)