Memaksimalkan Digital dan Sosial Media di SMW Jakarta 2016

Perubahan digital dan teknologi, diam-diam sudah menguba tatanan sosial dan berbagai aspek kehidupan masyarakat baik orang tua maupun muda. Baik perusahaan besar maupun individu, kini mulai menggunakan digital dan sosial media sebagai salah satu alat berpromosi atau mendekatkan diri mereka kepada konsumen. Marketing dan sales pun, kini sudah menemukan gaya baru di dalam masyarakat di era digital.

IMG_20160224_183251_HDR-800x600 Kegiatan Social Media Week Jakarta 2016

Menurut Frances Jaclyn Halim, General Manager & Marketing Promotion Senayan City, fungsi awal mal atau pusat perbelanjaan adalah tempat berbelanja. Banyak brand yang mendisplay produk mereka secara offline. Namun, teknologi yang semakin berkembang justru menggeser kebiasaan tersebut.

Mal kini justru memanfaatkan digital dan sosial media untuk mendisplay dan menginformasikan produk, jasa serta program kegiatan mereka secara online. Perubahan inilah yang mendorong Mal Senayan City untuk berpartisipasi dan menjadi venue partner untuk kegiatan Social Media Week (SMW) Jakarta sejak 22 Februari hingga 28 Februari nanti.

Kegiatan ini sendiri merupakan yang kedua kalinya diadakan di Jakarta, dan mengambil tema “The Invisible Hand: Hidden Forces of Technology”. Tema ini mengangkat isu perubahanan yang terjadi dalam kehidupan sosial akibat hadirnya teknologi digital.

SMW ini diadakan bersamaan dengan SMW di New York, Lagos, dan Hamburg. ”Tahun ini waktu yang tepat bagi Indonesia, di mana pada saat ini teknologi dan media sosial menjadi suatu kekuatan utama dalam aspek kehidupan masyarakat Indonesia,” ujar Antonny Liem, CEO Merah Cipta Media Group, sebagai pihak penyelenggara.

Menurutnya, acara ini menjadi salah satu platform bagi semua aspek.  Tidak hanya teknologi dan media tetapi juga pemerintahan, industri kreatif, pengajar, pelajar, dan perusahaan. SMW dapat menjadi wadah untuk berdiskusi, belajar, berbagi ide, dan saling memberikan inspirasi mengenai dampak teknologi terhadap kehidupan sosial.

Acara ini pun mendapatkan dukungan dari berbagai pihak salah satunya adalah Bank Central Asia. Nantinya Armand Hartono, Direktur Bank Central Asia akan ikut berbagi mengenai Future Banking di sesi conference SMW Jakarta pada 25 Februari 2016 pukul 16.45 WIB.

Selain itu acara ini juga mendapatkan dukungan dari Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf). Menurut Ari Juliano Gema, Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi, segala perubahan akibat teknologi haruslah didukung penuh oleh pemerintah.

Teknologi tentunya membuka pintu bagi masyarakat untuk memudahkan mereka dalam berkreativitas sehingga mampu memunculkan ekonomi kreatif. Nantinya ekonomi kreatif akan banyak bersinggungan dengan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Oleh karena itu pihaknya akan menyediakan konsultasi gratis oleh 100 konsultan HKI secara one-on-one untuk para pelaku ekonomi kreatif pada tanggal 26 Februari 2016 pukul 16.00 WIB. Selain konsultasi gratis, mayarakat pun dapat mencoba Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) yang disediakan oleh beberapa perusahaan yang bergerak di bidang AR dan VR. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)