Inovasi Epson Melalui Printer Khusus Kain

Kawasan regional Asia Pasifik merupakan salah satu pasar tekstil terbesar dengan perkembangan yang paling stabil di dunia. Pasar ini mampu mencapai angka pertumbuhan per tahun Compound Annual Growth Rate ( CAGR) hingga 4%.

Industri tekstil di Asia Pasifik sendiri tidak hanya dikuasai oleh pelaku usaha bermodal besar. Melihat celah ini, Epson meluncurkan variasi printer Surecolor. Salah satunya adalah printer Epson surecolor SC-F2000. Printer khusus kain ini, ditujukan untuk para pelaku usaha kecil dan menengah karena memiliki biaya oerasional yang rendah, dan mudah dirawat.

“Sistem cetak yang dimiliki SC-F2000 dirancang dan diproduksi oleh Epson. Hardware dan tinta yang dirancang untuk bekerja bersama-sama memiliki hasil cetak dengan kualitas tinggi. Selain itu biaya operasional printer ini pun rendah, sangat cocok untuk industry tekstil yang kecil dan menegah,” ujar Shaun See, General Manager, Commercial & Industry Epson Southeast Asia.

Perusahaan dengan 72.000 karyawan dengan 94 perusahaaan tersebar di seluruh dunia ini, menciptakan printer yang mampu mencetak kaos polo dengan waktu 27 detik dengan 2 mode warna dan kaos berwarna gelap dalam 88 detik dengn tinta putih dan warna.

Perusahaan asal Jepang ini juga mampu menciptakan printer kain dengan kulitas tinggi dan tidak cepat. Menurut Shaun, printer ini bisa digunakan untuk mencetak berbagai merchandise. “kualitas tinta kami sangat baik untuk diaplikasikan pada beberapa media. Beberapa di antaranya seperti payung, tas laptop, tas kosmetik, dan masih banyak lagi.”

wm_3684672742 printer Epson surecolor SC-F2000.

Epson yang telah menjadi original equipment manufacturer atau OEM untuk industri direct-to-garment selama lebih dari 10 tahun,  juga memproduksi Epson Surecolor SC-F7170. Printer kain ini ditujukan untuk pasar yang lebih besar. Printer ini juga memiliki sistem tangki berkapasitas besar agar bisa terus mencetak pada media rol tanpa harus menjalankan putaran pembersihan.

Menurut Shaun, kunci utama Epson dalam melihat kebutuhan pasar adalah teknologi yang terus berkembang. “Kami memiliki keunggulan di bidang teknologi sehingga kami akan fokus di bidang tersebut. tentunya teknologi akan diharapkan mampu memecahkan permasalahan perindustrian yang ada baik di luar negri maupun Indonesia, “ lanjutnya lagi.

Hal yang senada juga diungkapkan Hardjanto dari Kementrian Perindustrian RI.” Dari segi perdagangan, indusrti tekstil kita selalu mengalami surplus. Oleh karena itu, perkembangan teknlogi diharapkan mampu mengatasi hal tersebut." (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)