Menuju Era 5G, Ericsson Perkenalkan Teknologi Terbaru

Hardyana Syintawati, VP Marketing & Communication Ericsson Indonesia dan Ronni Nurmal, VP Network CU Indonesia dan Timor Leste. Hardyana Syintawati, VP Marketing & Communication Ericsson Indonesia dan Ronni Nurmal, VP Network CU Indonesia dan Timor Leste.

Evolusi menuju kondisi yang disebut networked society mendorong perubahan dari segala sektor. Gelombang baru untuk berinovasi didorong oleh kombinasi mobility, broadband dan cloud akan menjadi katalis dari model bisnis dan layanan yang baru. Untuk memperkenalkan komitmen Ericsson dalam memperkenalkan teknologi terbaru bagi Indonesia dalam rangka menuju networked society, Ericsson menghadirkan roadshow “Let’s Turn Change into Growth”.

Dengan menurunnya pendapatan dari sektor layanan suara dan meningkatnya pendapatan dari sektor mobile data, operator telah didorong untuk berevolusi baik dari segi jaringan dan model bisnis mereka.Beberapa operator yang sukses dalam monetisasi mobile broadband, dinamakan Ericsson sebagai operator frontrunners. Di antara tahun 2010 dan 2014, operator frontrunners mendapatkan CAGR sebesar 9,6% sementara kompetitor lain di pasaran hanya meraih CAGR sebesar 2,7%.

Menurut Hardyana Syintawati, Vice President Marketing & Communication Ericsson Indonesia, frontrunners dalam industri seperti utilitas, transportasi, keamanan masyarakat dan mobile financial servie sudah melibatkan ICT dalam semua sektor. “ICT dapat memberikan nilai strategis yang baru dengan konvergensi konektivitas mobile broadband, banyaknya perangkat multimedia, ledakan data, perbaikan big data analytic tools, dan platform cloud yang kuat dan aman,” ujar Hardyana di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, (9/11).

Ericsson juga memperkenalkan Ericsson Radio System dan Ericsson Radio Dot System di Indonesia. Solusi ini didesain untuk menghadirkan kapasitas dan kualitas yang dibutuhkan jaringan lokal untuk meningkatkan cakupan data, sehingga layanan mobile broadband meningkat. Ericsson Radio System menempatkan operator-operator menuju era 5G dengan menghadirkan performa industri terkemuka pada banyak arsitektur Core Broadband Ericsson, sementara secara drastis mengurangi kebutuhan energi, ruang waktu dan waktu instalasi.

Hardyana mengungkapkan bahwa era 5G adalah era di mana data tidak hanya digunakan oleh manusia, tetapi juga berbagai perangkat yang saling terkoneksi. Namun 5G masih dalam proses trial and error dan baru akan terstandarisasi pada tahun 2020. “Networked society tidak hanya menghubungkan manusia, tetapi juga semua devices,” kata wanita yang biasa dipanggil Nana ini.

Adapun Ericsson Radio Dot System, sebuah radio seluler yang kecil dan dapat digenggam, berbentuk disk seberat 300 gram yang mampu memberikan performa dalam ruangan dan memperkenalkan elemen antena revolusioner yang memberikan akses mobile broadband kualitas tertinggi pada pengguna.

Karena ukuran yang kecil, arsitektur yang terdistribusi, skalabilitas melalui upgrade software yang sederhana, Ericsson melayani pengguna di lokasi dalam ruangan yang cukup besar dan memungkinkan operator untuk menawarkan solusi indoor yang lengkap. Hal itu merupakan solusi untuk lingkungan dalam ruangan yang menyajikan satu set khusus tantangan bagi operator dalam hal kompleksitas, skalabilitas dan kontinuitas pelayanan. Serta memungkinkan operator untuk memanfaatkan permintaan broadband pelanggan yang meningkat, bisnis dan Internet of Things untuk membangun bisnis yang berevolusi ke 5G. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)