Metrodata Dorong Transformasi Digital dengan Mobility Solution

PT Metrodata Electronics Tbk. mengembangkan bisnis aplikasi mobility solution melalui anak usahanya yaitu PT Mitra Integrasi Informatika (MII) yang telah menandatangani nota kesepahaman dengan para pemegang saham dari PT Dwitunggal Solusindo Prima (DSP). Mobility solution yang akan diterapkan oleh MII dan DSP ini akan menyasar pada segmen fast moving consumer goods (FMCG).

Metrodata

Menurut Susanto Djaja, Presiden Direktur Metrodata, dalam era digitalisasi ini sudah saatnya harus mengembangkan model bisnis dan fokus pada mobility solution. “Mobile solution dapat digunakan untuk kegiatan pemasaran dan penjualan. Dengan menggandeng DSP sebagai mitra baru kami, solusi ini akan menyasar modern market, dan dapat terintegrasi dengan solusi yang kami pasarkan, seperti solusi ERP,” ungkap Susanto saat konferensi pers Metrodata Solution Day 2016 di Hotel Shangri-La, Jakarta, (24/8).

“Sebagai mitra bisnis MII, kami akan menyiapkan mobile application untuk salesforoe automation yang berbasis cloud guna mendukung proses bisnis. Melalui kerjasama ini, kami dapat memperbesar pangsa pasar, meningkatkan kecepatan dalam implementasi dan menguntungkan bagi kedua belah pihak,” ujar Djohan Gunawan, Direktur PT Dwitunggal Solusindo Prima dalam keterangan tertulisnya.

Pada kesempatan yang sama, Susanto juga menekankan bahwa pentingnya melakukan transformasi digital dalam segala aspek bisnis. “Salah satu faktor penting yang mendorong kearah digitalisasi adalah penggunaan teknologi. Jika teknologi tidak digunakan dengan maksimal, maka tidak akan memberi keunggulan kompetitif. Namun, jika perusahaan memanfaatkan penggunaan teknologi, maka akan mengubah lanskap bisnis dan perusahaan menjadi lebih inovatif,” tambahnya.

Transformasi digital memiliki empat faktor yang saling berkaitan dengan teknologi dan bisnis yaitu engage customers (merangkul pelanggan), empower employees (pemberdayaan karyawan), optimize operations (mengoptimalkan operasi), dan transform products (transformasi produk).

Sementara menurut CK Lam, Director Data Center Fabric and Virtualization, Asia Pacific & Japan, Brocade, ketika organisasi dan bisnis yang mendigitalisasi, mereka memerlukan teknologi lP baru yang modern dalam rangka membuka kekuatan jaringan sebagai platform inovasi. ”Menurut sebuah studi dari Brocade, 79 persen dari pembuat keputusan TI menyatakan bahwa organisasi mereka terbatas kemampuannya guna mendukung transformasi digital, sementara itu 72 persen merasa frustasi bahwa departmen TI tidak dapat dengan siap memberikan apa yang dituntut oleh bisnis. Sebanyak 63 persen mengatakan bahwa departemen Tl mereka menghabiskan proporsi waktu yang besar dalam menjaga sistem yang sudah ada,” katanya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)