Microsoft Mengungkap Masa Depan Jagat Digital

Lima tahun lalu ketika seseorang menghentakkan tangan di udara seolah bermain drum mungkin tampak seperti seorang imajiner bahkan dianggap kurang waras. Tak lama lagi hal tersebut akan makin sering ditemui. Bedanya, gerakan kinestetik semacam ini justru menunjukkan kelihaiannya memainkan drum virtual.

Dunia virtual bukan lagi isapan jempol atau imajinasi sutradara film sci-fi (fiksi sains). Craig Mundie, Chief Research and Strategy Officer Microsoft, menunjukkan kemajuan teknologi yang akan melaju sangat cepat. "Ini seperti yang kita lihat di film-film science fiction," kata Mundie, "namun jangan sepelekan seberapa cepat ia jadi kenyataan."

Dalam Unlocking Indonesia's Digital Future, Mundie menunjukkan tantangan dunia digital secara global di masa mendatang. Teknologi cloud computing, interaksi natural, dunia virtual, sosialisasi maya, hingga big data akan menantang masa depan Indonesia. Teknologi tersebut secara cepat mampu mengubah perilaku dan pola pikir manusia.

Cloud computing, misalnya, yang memanjakan penggunanya menikmati tontonan termasuk TV show dari berbagai device. "Pertimbangan orang sekarang sudah bukan sekedar konten yang disajikan, tapi apakah TV show itu multi-device, ramah di device lain," tutur Mundie.

Dunia digital pun akan menggeser cara berinteraksi manusia. "Beberapa waktu lalu ketika saya di Cina, saya kebingungan karena tidak bisa membaca karakter huruf Cina. Mencari di kamus juga sulit," kisah Mundie. Dengan aplikasi penerjemah yang disediakan Windows Phone, kesulitan tersebut dapat dengan mudah diatasi dengan memanfaatkan ponsel sebagai magic looking glass. Kamera menyorot karakter pinyin dan terjemahan pun otomatis muncul di layar ponsel tepat di atas karakter tersebut. "Kami di awal transformasi ini," tegas Mundie. Pergeseran interaksi juga terjadi di dunia ritel. Beberapa ritel di Amerika bahkan mulai mengkombinasikan dunia nyata dengan dunia virtual.

Mundie memaparkan, "Media sosial bukan hanya soal berteman atau bersosialisasi. Sosial media dapat digunakan untuk edukasi, melatih anak-anak bahkan ada prospek untuk 150 ribu pelajar bersamaan hanya dengan satu guru."

Bagaimana kita memberi nilai tambah pada teknologi dengan mengkombinasikan berbagai disiplin ilmu merupakan salah satu cara menghadapi tantangan dunia digital masa depan. "Hal ini sangat fundamental dan penting," kata Mundie tegas. Pesatnya, perkembangan dunia digital akan sangat menuntut negara dan pemerintah untuk ikut bergerak cepat meninggalkan pola yang lama.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)