Millenalis Lebih Puas Bekerja dengan Gadget Milik Sendiri

Perkembangan dunia teknologi yang disertai dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan penggunaan alat teknologi, turut mempengaruhi perkembangan gaya-kerja dan gaya-hidup para pengguna teknologi di era seperti saat ini.

Hal tersebut setidaknya tercermin dari hasil penelitian yang baru-baru ini dilakukan oleh VMware yang bekerja sama dengan Acorn Research di tahun 2013 ini. Pada penelitian yang dilakukan kepada 2.100 orang di 12 negara Asia Pasifik, termasuk 150 responden berasal dari Indonesia, menunjukan adanya perubahan gaya-kerja, yang utamanya terjadi pada kalangan kerja usia muda.

“Kita sedang mengalami sebuah revolusi teknologi yang didikte oleh kebutuhan masyarakat Indonesia yang muda, connected dan bersemangat,” ujar Andreas Kagawa, Country Manager VMware Indonesia, pada media briefing di Jakarta, hari ini (26/2/2013).

Penelitian yang bertema “VMware New Way of Life 2013” ini sendiri pada intinya meneliti perkembangan gaya-kerja dan gaya hidup yang lebih disukai para pengguna teknologi di era pasca-PC. Dari hasil penelitian tersebut secara umum menunjukkan, bahwa permintaan akan fleksibilitas kerja dan dukungan teknologi yang lebih besar sangat dibutuhkan, terutama bagi para tenaga kerja yang menuntut mobilitas cukup tinggi.

Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa para pekerja yang berusia lebih muda mendorong perubahan pola penggunaan teknologi di tempat kerja, dengan 67% dari responden di penelitian digolongkan sebagai ‘millenalis’ atau mereka yang berusia di bawah 34 tahun. Di sini juga terlihat bahwa generasi pekerja seperti itu akan menikmati kepuasan kerja, mencapai produktivitas dan efisiensi kerja yang lebih besar ketika menggunakan teknologi miliki sendiri.

Sebanyak 1 dari 2 responden, atau 52% dari total reseponden di Indonesia mengatakan bahwa mobilitas teknologi cukup mempengaruhi tugas mereka dalam bekerja, dan 63% dari total responden Indonesia lebih menyukai untuk bekerja di persuahaan yang terbuka atas perangkat dan perangkat lunak pilihan mereka sendiri.

Dari penelitian ini terlihat bahwa para pekerja lebih produktif ketika dibiarkan bekerja dengan perangkat mereka sendiri. Sebanyak 80% responden di Indonesia mengatakan bahwa mereka akan mampu memberikan respon dan perubahan yang lebih cepat, 78% mampu bekerja lebih efisien saat tidak di kantor, dan 73% merasa akan bekerja lebih efisien dalam menyelesaikan tugasnya.

Hasil penilitian tersebut didukung dengan banyaknya responden di Indonesia yang memiliki 2 atau lebih perangkat teknologi pribadi. Dengan jumlah 90% responden di Indonesia yang memiliki perangkat sebanyak 2 atau bahkan lebih, menempatkan Indonesia berada tepat di bahwa China, yang 94% respondennya memiliki 2 atau lebih perangkat teknologinya sendiri.

Dan sebanyak 93% responden di Indonesia mengatakan bahwa mereka membawa perangkat pribadinya untuk bekerja dan menggunakannya untuk melakukan pekerjaan mereka. Selain itu, 73% dari responden di Indonesia mengaku lebih banyak menghabiskan waktu bekerja nya saat di rumah. Dengan kenyataan seperti itu, tidak mengherankan jika batas antara aktivitas bekerja dengan kehidupan pribadi sedikit demi sedikit mulai terhapuskan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)