Navigation Gride, Lompati Slide Presentasi Tanpa Diketahui Audiens

Banyak hal terjadi di luar dugaan saat presentasi, termasuk harus melewati slide tertentu, lompat ke slide lain. Biasanya, ketika ini terjadi, presentator akan keluar dari tampilan presentasi, mencari-cari slide yang dimaksud, kemudian menampilkannya. Sayangnya, proses yang tidak mulus ini juga disaksikan audiens dan tentu mengganggu kelancaran presentasi itu sendiri.

Microsoft melalui PowerPoint 2013 memahami hal tersebut. Di versi terbarunya, presentator bisa dengan mudah berpindah slide secara urut maupun acak dari grid yang hanya bisa dilihat presentator. Sementara itu audiens hanya melihat slide yang telah dipilih, bukan proses melompati slide yang mengusik fokus presentasi. PowerPoint 2013 menamakan fitur ini Navigation Grid.

Ada kalanya audiens merasa tulisan atau obyek yang ditampilkan presentator terlalu kecil. PowerPoint menyiasati hal tersebut dengan fitur zoom yang lagi-lagi prosesnya tidak perlu diketahui audiens. Presentator cukup mengklik kanan, memilih ikon berupa kaca pembesar, kemudian mengarahkan pointer ke obyek yang hendak diperbesar.

Selain Word 2013, PowerPoint 2013 juga dilengkapi garis bantu warna hijau untuk mengatur jarak dan deret obyek satu dan yang lainnya. “Biasanya untuk yang bikin presentasi dengan banyak shape, ini akan sangat membantu,” kata Arthur Renaldy, Solution Specialist Microsoft Indonesia. Garis bantu ini muncul di tengah dan tepi shape dan antar shape.

Arthur Renaldy Arthur Renaldy

Motion Path merupakan salah satu model animasi yang digemari di Microsoft PowerPoint. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat suatu obyek seolah bergerak mengikuti suatu garis. Pada PowerPoint 2010 dan sebelumnya, animasi tersebut hanya didukung garis terputus dan tanda panah. Meski cukup membantu, pengguna masih merasa kesulitan memprediksi di mana posisi terakhir jatuhnya obyek.

PowerPoint 2013 juga mendukung resolusi layar lebar. Pada versi sebelumnya, slide PowerPoint hanya menggunakan ukuran standar berrasio 3:4. Di versi terbarunya, pengguna dapat membuat slide dengan mudah untuk layar widescreen dengan rasio resolusi 16:9. Perubahan lebar layar tentu mengubah tatanan konten. Apalagi bila pengguna membuat slide mode widescreen kemudian ditampilkan di layar standar, obyek pun terpotong. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)