Netflix Akan Blokir Penggunaan  Proxy Internet, Mengapa?

Penyedia layanan streaming video dan film dunia, Netflix, mengatakan akan memblokir penggunaan proxy Internet yang dipakai pelanggan untuk melihat konten yang tidak tersedia di negara asalnya.

Seperti dilansir BBC, Jumat, 15 Januari 2016, konten Netflix bervariasi atau tidak sama di setiap negara karena perjanjian lisensi. Hal ini menyebabkan banyak pelanggan menggunakan virtual private network (VPN), yaitu dengan mengubah alamat perambah web, seolah-olah berada di negara lain untuk mengakses konten tersebut (Proxy).

Netflix menyatakan akan berupaya dalam beberapa minggu ke depan memblokir penggunaan proxytersebut.

Perusahaan asal Amerika Serikat ini baru saja merambah 130 negara pada pekan lalu. Namun, di beberapa negara, ada yang memiliki konten lebih banyak dibanding di negara lain. Misalnya, katalog Netflix Australia hanya memiliki 10 persen konten dari Netflix Amerika Serikat.

Wakil Presiden Netflix David Fullagar mengatakan dalam sebuah unggahan di blog, Kamis, 14 Januari 2016, bahwa perusahaan sedang dalam proses mendapatkan lisensi konten di seluruh dunia.

"Jika semua konten kami sudah tersedia di seluruh dunia, tidak ada alasan bagi pelanggan untuk menggunakan proxy atau menipu sistem kami," katanya. "Sedangkan kami akan menghormati dan menegakkan lisensi konten dengan lokasi geografis."

Perusahaan itu juga menegaskan bahwa pelanggan yang saat ini menggunakan proxy hanya akan bisa mengakses layanan di negara mereka sendiri pada pekan mendatang. "Para pelanggan yang tidak menggunakan VPN tidak akan terpengaruh oleh tindakan keras," ucapnya.

Langkah yang diambil Netflix kali ini merupakan kebalikan dari pernyataan pekan lalu bahwa mereka tidak akan menghentikan penggunaan VPN untuk layanan streaming tersebut.

Tempo.co

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)