Nokia Dorong Adopsi Keamanan Publik Berbasis Broadband

Himanshu Chuchra, Head of End to End Sales Development Nokia Indonesia dan Robert Cattanach, Presiden Direktur Nokia Indonesia

Hasil laporan studi yang dirilis oleh Nokia dan Tolaga Research mengungkapkan, masih banyak peluang lebih lanjut untuk memanfaatkan pengadopsian keamanan publik berbasis broadband di negara Asia, termasuk Indonesia.

Penelitian ini mengevaluasi prospek keamanan publik berbasis broadband di Vietnam, Indonesia, Jepang, Bangladesh, Thailand, dan jenis solusi yang mungkin diadopsi oleh masing-masing negara. Studi ini juga menjabarkan praktik yang spesifik bagi tiap negara untuk memandu para pelaku industri, pemerintah dan pembuat kebijakan dalam mempercepat pengadopsian broadband dan digitalisasi.

Negara-negara di Asia Pasifik sangat rentan terhadap bencana alam, keadaan darurat yang kompleks dan ancaman keamanan. Akibatnya, digitalisasi jaringan keamanan publik menjadi prioritas pemerintah untuk memberikan kepada para responden pertama, informasi yang akurat secara real-time dan melintasi batas batas yurisdiksi.

Menurut Himanshu Chuchra, Head of End to End Sales Development Nokia Indonesia, mengatakan, di Indonesia perjalanan menuju penggunaan LTE secara luas dihadapkan dengan berbagai tantangan, seperti ekosistem yang kompleks, anggaran yang minim dan permasalahan bisnis, serta para pemangku kepentingan yang seringkali memiliki tujuan yang tidak sesuai.

Untuk menjabarkan dinamika yang menantang terkait dengan komunikasi penting berbasis LTE, kerangka kerja dikembangkan untuk menilai prospek pasar masing-masing negara dan jenis solusi yang mungkin untuk diadopsi. Kerangka kerja ini mencakup tiga komponen utama: kesiapan ekosistem untuk mengadopsi LTE, kendala dan pengaruh yang dihadapi pemangku kepentingan dalam mengadopsi LTE dan pemicu pasar yang cenderung mendorong permintaan LTE.

Himanshu menambahkan, diperlukan sinergi spektrum radio khusus public protection and disaster relief (PPDR). “Setiap lembaga perlu menyinergikan spektrum radio agar berpeluang dalam mendorong penerapan keamanan publik melalui broadband,” ujarnya.

Di Indonesia, sentimen dan peluang bagi komunikasi penting berbasis LTE akan meningkat pesat dalam lima tahun ke depan, didukung oleh berbagai faktor, termasuk ketersediaan spektrum radio dan kesiapan LTE dalam solusi keamanan publik.

Dukungan dari operator mobile dibutuhkan untuk penggelaran komunikasi penting berbasis LTE skala besar di Indonesia. Selain otoritas pemerintah yang bertanggung jawab atas peraturan telekomunikasi, para pemangku kepentingan lainnya yang memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan awal ekosistem LTE adalah para pemilik jaringan dan instansi pengguna keamanan publik.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)