Pelaku Cybercrime Incar Nasabah Bank Melalui Malware | SWA.co.id

Pelaku Cybercrime Incar Nasabah Bank Melalui Malware

Tingginya tingkat kriminalitas di dunia digital, membuat industri perbankan semakin memperketat sistem keamanannya. Menurut data yang diperoleh dari Trusteer, yang merupakan salah satu divisi dari IBM yang fokus pada security software, ada 20 ribu perangkat mobile yang terinfeksi oleh malware.

IMG-20150325-WA0003

Menurut Greg Russell, Head of Alliance & Channels APAC for Middle East & Africa, bahwa malware sangat sulit untuk dideteksi. Kebanyakan pengguna perangkat mobile, seperti smartphone dan tablet tidak mengetahui bahwa perangkatnya sudah terinfeksi. “Mereka secara tidak sadar perangkatnya sudah terinfeksi. Dengan demikian, data seperti password dapat disalah gunakan oleh pelaku kejahatan digital,” katanya.

Greg menjelaskan, bentuk kriminalitas seperti ini sering menyerang industri keuangan. Namun yang dirugikan sering kali bukan pihak bank, melainkan nasabahnya. Tidak sedikit yang menjadi korban dan mereka baru mengetahuinya ketika mereka mengecek saldo. “Sebenarnya yang menjadi sasaran kriminalitas seperti ini adalah nasabahnya. Oleh karena itu yang para nasabah haruslah pintar dalam menggunakan perangkat mobile-nya,” ujar Greg.

Lebih lanjut Greg menjelaskan, banyak malware yang terlihat seperti aplikasi resmi yang dikeluarkan oleh bank. “Dari tampilannya terlihat meyakinkan bahwa itu bukan malware. Saat kita melakukan transaksi secara online melalui online banking, kita dilengkapi oleh password dan token. Kemudian kita diminta untuk memasukkan kembali nomor tadi. Hal yang seperti itu terkadang secara tidak sadar data pengguna sudah diambil dan mungkin digunakan oleh pelaku kejahatan,” papar Greg.

Menurutnya, dunia internet tidak seperti bumi yang bulat.  Justru, dunia internet itu datar, sehingga siapapun berada dalam tingkatan yang sama. “Tidak seperti bumi yang bulat, internet itu datar. Siapaun orangnya, kita semua terancam oleh malware. Bahkan ada malware yang menempel di perangkat aksesoris komputer. Setiap perangkat itu ada komponen yang bisa isi oleh program seperti malware, dan ketika kita sambungkan perangkat itu maka komputer kita akan terinfeksi.

Meskipun demikian, Mark Johston, Security Solutions Architect at IBM, mengatakan bahwa situasi tersebut tidak perlu ditakuti. “Yang penting pengguna mobile, terutama mereka yang perangkatnya terhubung dengan akun bank, tidak sembarangan mendownload dan meng-klik tawaran yang mungkin terlihat mengiurkan,” ungkap Mark.

IBM Security Trusteer menawarkan platform pencegahan cybercrime holistik yang membantu melindungi organisasi terhadap penipuan keuangan dan pelanggaran data. Saat ini sudah ada 500 bank terkemuka di dunia yang telah mengandalkan solusi IBM Security Trusteer untuk melindungi aplikasi web mereka, komputer dan perangkat mobile dari ancaman online, seperti malware canggih dan serangan phishing. (EVA)

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)